
SANGATTA – Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim), Shabaruddin, mendorong Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim segera merealisasikan program kelas khusus olahraga di tingkat SD dan SMP. Ia menilai, langkah ini bukan hanya untuk mencetak atlet berprestasi sejak dini, tetapi juga sebagai solusi mengatasi konflik antara sekolah dan pelatih dalam pembinaan atlet muda.
“Dispora sangat strategis, bukan hanya di bidang olahraga, tapi juga pembinaan pemuda,” tegas Shabaruddin.
Ia menekankan pentingnya sistem pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan agar potensi anak berbakat bisa berkembang optimal tanpa mengganggu pendidikan formal mereka.
Menurutnya, banyak kasus di mana sekolah tidak mengizinkan siswa mengikuti pelatihan karena khawatir prestasi akademik terganggu. Sementara di sisi lain, pelatih membutuhkan waktu latihan intensif untuk membina atlet muda.
“Kelas olahraga akan menjembatani dua kepentingan itu. Anak bisa tetap belajar, tapi juga berlatih secara profesional,” jelasnya.
Shabaruddin mengusulkan agar program tersebut memiliki tiga fokus utama, yakni pencarian talenta (talent scouting), pendidikan atlet yang seimbang, dan pengembangan keterampilan olahraga. Ia juga menegaskan bahwa dukungan fasilitas dan asupan gizi harus menjadi bagian integral dari sistem ini.
Dengan pembinaan berjenjang dari SD hingga SMP, politisi kelahiran 10 Januari 1964 ini optimistis Kutim mampu melahirkan atlet yang bersaing hingga level provinsi dan nasional. Sejumlah cabang olahraga di Kutim menunjukkan kemajuan signifikan.
Cabang Panjat Tebing misalnya, berhasil meraih gelar juara umum di kejuaraan provinsi, sementara dua atlet Muay Thai, Junetha Melva Christia Tangdilallo dan Stevany Reijune Christia Tangdilallo, terpilih mewakili Indonesia di SEA Games 2025 di Bangkok, Thailand.
Data KONI Kutim mencatat, 70 persen dari 60 cabang olahraga yang dibina telah berprestasi, dengan 80 persen di antaranya berhasil meraih medali. (ADV)








