Tempudau, Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur bersama Konsorsium SUSTAIN-KUTIM, yang terdiri dari GIZ SASCI+, Proforest dan Yayasan Tanah Air Lestari, melaksanakan kunjungan lapangan selama empat hari sejak tanggal 19–22 Mei 2025 lalu. Kegiatan itu bertujuan untuk mempercepat transformasi lanskap berkelanjutan di sektor perkebunan dan konservasi di sejumlah wilayah.
Kegiatan ini melibatkan perusahaan global seperti Barry Callebaut merupakan pemasok kakao terkemuka asal Swiss dan PepsiCo raksasa makanan dari Amerika Serikat, pemerintah daerah, petani, serta masyarakat adat, dengan fokus pada praktik berkelanjutan, perlindungan ekosistem, hingga penguatan ekonomi lokal.
Pada Selasa, 20 Mei 2025, rombongan berkunjung ke salah satu lokasi prioritas Inisiatif SUSTAIN-KUTIM, di Desa Miau Baru, Kecamatan Kongbeng. Di sana, mereka meninjau Sungai Mejang, kawasan bernilai konservasi tinggi yang menjadi habitat penting bagi keanekaragaman hayati. Diskusi intensif juga dilaksanakan bersama tokoh adat, perangkat desa, dan masyarakat setempat untuk menyusun peta jalan konservasi berbasis kearifan lokal.
Pada kesempatan tersebut, perwakilan Barry Callebaut, Jessica Wettstein, menyampaikan, “Ini menunjukkan bagaimana kolaborasi antara masyarakat dan sektor swasta bisa melindungi kawasan penting secara ekologis.”
Di samping itu, Kepala Desa Miau Baru, Luis Langet, mengungkapkan apresiasinya karena sejak tahun 2019, pendampingan Proforest melalui program SUSTAIN KUTIM membantu pihaknya membangun sinergi antar-pihak. “Kami harapkan bisa membangun sinergi antar pihak untuk bersama-sama melindungi Sungai Mejang yang merupakan hutan yang kami jaga terus hingga saat ini,” ucap Luis Langet belum lama ini.
Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) yang diwakili oleh Bappeda dan Dinas Perkebunan juga berkesempatan menjelaskan capaian keberadaan Sungai Mejang sebagai salah satu area penting pencapaian pengurangan emisi karbon.
Kemudian pada hari Rabu, 21 Mei 2025, kunjungan berpindah ke Desa Tepian Baru, di sana rombongan mengunjungi sekolah lapang petani sawit rakyat. Para pekebun berbagi pengalaman tentang praktik berkelanjutan, seperti pemupukan organik dan pengendalian hama terpadu, serta tantangan membentuk kelembagaan koperasi.
Malam harinya, dilaksanakan dialog strategis di Kecamatan Sangatta Utara bersama Forum Multi Pihak Pembangunan Berkelanjutan Kutai Timur. Mewakili Bupati Kutai Timur, Poniso Suryo Renggono, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, mengapresiasi inisiatif SUSTAIN KUTIM.
Kemudian Asisten I Pemkab Kutim itu juga berharap, kunjungan para pihak serta pelibatan perusahaan internasional yang hadir, bisa mendorong terciptanya saling pemahaman, dan memperkuat kepercayaan. Termasuk merumuskan langkah konkret untuk mendukung program transformasi daerah menuju keberlanjutan.
“Ini adalah contoh nyata bagaimana pendekatan kolaborasi bisa menjawab tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan secara terpadu,” tandas Poniso Suryo Renggono. (T02)








