
SANGATTA – Upaya pemberantasan korupsi di Kutai Timur (Kutim) membutuhkan strategi jangka panjang, salah satunya melalui penyiapan generasi muda yang kompeten di bidang hukum, ekonomi, dan sosiologi.
Anggota DPRD Kutai Timur, Yusuf T Silambi, menekankan pentingnya peran pemuda sebagai ujung tombak perubahan dan pengawal tata kelola pemerintahan yang bersih. “Mudah-mudahan para pemuda-pemuda ke depan tumbuh pakar hukum, pakar ekonom, pakar sosiologi, untuk melihat bagaimana kita bisa mencontoh negara-negara lain,” ujarnya.
Pernyataan ini menegaskan visi strategisnya: penguatan sumber daya manusia menjadi kunci bagi pembangunan daerah yang transparan dan akuntabel.
Menurut Yusuf, lahirnya pakar hukum yang andal akan memperkuat sistem peradilan dan penegakan hukum, sehingga memberikan efek jera bagi pelaku korupsi. Sementara itu, pakar ekonomi diharapkan mampu merancang pengelolaan keuangan daerah yang efisien dan minim penyimpangan. Kehadiran pakar sosiologi pun dianggap penting untuk memahami pola sosial dan budaya yang berpotensi melahirkan praktik korupsi.
Politisi kelahiran 7 Agustus 1962 ini menekankan bahwa pendidikan dan pembinaan generasi muda harus selaras dengan praktik baik dari negara-negara yang telah berhasil menekan korupsi. Pendekatan ini dinilai lebih efektif dibandingkan sekadar meniru kebijakan yang gagal di tempat lain.
Dengan membekali pemuda dengan ilmu yang tepat, Kutim diharapkan memiliki kader-kader yang mampu memimpin perubahan nyata di masa depan. “Pendidikan adalah fondasi untuk mencetak pemimpin yang berintegritas,” tutup Yusuf. (ADV)








