
Kutai Timur – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutai Timur (Kutim) terus berupaya mencari solusi atas keterbatasan anggaran yang dihadapi tahun ini. Plt Kepala DLH Kutim, Andi Pasalinge, mengungkapkan, pihaknya akan kembali melakukan rapat lanjutan bersama Komisi C DPRD Kutim untuk membahas rancangan anggaran program kerja tahun 2026.
“Nanti minggu depan kami akan ada rapat lanjutan dengan Komisi C lagi,” ujar Andi.
Dalam pertemuan sebelumnya, Komisi C meminta DLH menyiapkan rencana kerja pembanding (Renja Pembanding) agar pemerintah dapat menilai kebutuhan riil di lapangan. Dokumen ini diharapkan menjadi dasar untuk mempertimbangkan penambahan alokasi anggaran pada tahun mendatang.
“Makanya anggota dewan suruh bikin renja pembanding supaya bisa agak ditingkatkan, kurang kali ada bantuan. Kami akan susun sesuai apa yang kita butuhkan,” jelasnya.
Sebelumnya, DLH Kutim mengalami penurunan anggaran cukup signifikan. Tahun ini, total dana sekitar Rp2 miliar harus dibagi ke empat bidang utama, yakni pengelolaan lingkungan, pembinaan, persampahan, dan pengawasan.
“Per bidang itu bisa dapat sekitar 500 juta, dibagi empat bidang. Untuk pengelolaan, pembinaan, dan persampahan itu jelas kurang,” ungkap Andi.
Kondisi tersebut dinilai berdampak pada efektivitas program lingkungan, termasuk pengelolaan sampah dan pembinaan masyarakat. Kendati demikian, Andi tetap mengapresiasi dukungan moral dari Komisi C yang dinilai memahami situasi di lapangan.
“Tanggapan dari Komisi C bagus, mereka juga paham dengan kondisi kita,” tutupnya. (ADV)








