
SANGATTA – Perdebatan mengenai efektivitas program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat perhatian dari kalangan legislatif daerah. Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim), Yulianus Palangiran, menilai program yang menjadi bagian dari visi presiden terpilih itu masih menghadapi berbagai kendala di lapangan.
“Kalau saya pribadi menghitung-hitung, sungguh luar biasa besarnya anggaran yang terserap oleh program MBG,” ujarnya.
Politisi Partai NasDem ini menilai, pelaksanaan MBG tidak berjalan seragam di semua daerah. Menurutnya, ada ketidakkonsistenan dalam penerapan program yang berujung pada keresahan dan ketidakpuasan masyarakat. Ia juga mencatat munculnya kasus-kasus di sejumlah provinsi yang bahkan menimbulkan korban jiwa akibat dugaan keracunan makanan.
“Di beberapa provinsi, program ini justru menimbulkan masalah dan keresahan. Hal-hal seperti itu semestinya menjadi bahan evaluasi bersama,” tegasnya.
Meski memahami bahwa MBG merupakan bagian dari visi dan misi presiden terpilih, Yulianus menilai pemerintah perlu mempertimbangkan kembali arah kebijakan tersebut. Ia mengusulkan agar fokus dialihkan pada sektor pendidikan dengan memberikan pendidikan gratis secara penuh, mulai dari jenjang taman kanak-kanak hingga sekolah menengah pertama.
“Menurut saya, akan jauh lebih efektif jika anggaran MBG dialihkan untuk menggratiskan seluruh biaya pendidikan, termasuk sarana dan prasarananya. Itu akan memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi muda,” sarannya.
Politisi kelahiran 7 Desember 1963 ini berharap pemerintah pusat maupun daerah dapat melakukan evaluasi komprehensif agar kebijakan yang dijalankan benar-benar tepat sasaran dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat. (ADV)








