
Sangatta – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan komitmennya untuk mengawasi secara ketat pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Tahun 2025 yang mencapai Rp9,475 triliun. Langkah ini dilakukan guna memastikan setiap program prioritas pemerintah daerah dapat terlaksana tepat waktu dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Anggota DPRD Kutim, Yan, mengatakan peningkatan nilai APBD-P dari rancangan awal harus diikuti dengan peningkatan efektivitas pelaksanaan program. Ia menekankan, besarnya anggaran tidak akan berdampak signifikan apabila serapan di lapangan tidak maksimal.
“APBD-P Kutim memang naik menjadi Rp9,475 triliun setelah melalui proses efisiensi. Namun, yang paling penting adalah bagaimana anggaran ini benar-benar direalisasikan untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Yan menilai tantangan utama pemerintah daerah bukan pada jumlah anggaran, melainkan pada kemampuan menyerap dan mengeksekusinya. Dengan waktu pelaksanaan yang tersisa hanya sekitar dua bulan hingga akhir tahun anggaran, ia mengingatkan agar seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) segera mempercepat proses administrasi dan realisasi kegiatan.
“Biasanya menjelang akhir tahun serapan anggaran tidak optimal. Ini perlu diantisipasi supaya tidak ada program yang tertunda atau anggaran yang menumpuk di akhir,” tegasnya.
Menurut politisi kelahiran 6 Agustus 1972 ini, rendahnya serapan anggaran dapat berdampak langsung pada keterlambatan pembangunan dan pelayanan publik. Program-program yang seharusnya memberikan manfaat bagi masyarakat bisa tertunda akibat lemahnya pelaksanaan di lapangan.
“Kalau anggaran tidak terserap maksimal, masyarakat yang paling dirugikan karena manfaat program belum bisa dirasakan,” jelasnya.
DPRD Kutim memastikan akan terus menjalankan fungsi pengawasan secara intensif terhadap seluruh kegiatan pemerintah daerah. Dengan pengawasan yang ketat, DPRD berharap pelaksanaan APBD-P 2025 berjalan efektif, transparan, dan mampu mendorong percepatan pembangunan di Kutai Timur. (ADV)








