
Kutai Timur – Pasar Induk Sangatta tak lama lagi tak hanya akan dikenal sebagai pusat jual beli kebutuhan harian. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyiapkan rencana besar: menyulap pasar yang menjadi denyut ekonomi kota ini menjadi ruang publik yang lebih nyaman, aman, dan layak.
Rencana pengembangan pasar ini bukan sekadar wacana kosmetik. Pemerintah daerah bersama DPRD Kutim, khususnya Komisi C yang membidangi pembangunan dan infrastruktur, telah menaruh perhatian serius terhadap kondisi pasar yang mulai padat dan fasilitasnya yang dinilai tak lagi memadai.
Anggota Komisi C DPRD Kutim, Kari Palimbong, menyebut langkah ini tak terelakkan. “Ya pasti ada pengembangan. Kan setiap tahun jumlah penduduk bertambah, kebutuhan masyarakat juga makin banyak,” ujarnya.
Menurut Kari, Pasar Induk Sangatta kini berperan ganda: bukan hanya tempat transaksi ekonomi, tetapi juga ruang interaksi sosial bagi warga. Karena itu, pengembangannya harus mempertimbangkan aspek kenyamanan dan keamanan, tak sekadar menambah luas bangunan.
“Karena itu pusat layanan masyarakat, jadi harus ada pengembangan yang menyeluruh, dari kebersihan, keamanan, sampai kenyamanan pengunjung,” lanjut politisi Partai Golkar ini.
Kari memastikan Komisi C akan mengawal penuh rencana tersebut dalam pembahasan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026. “Kita dorong supaya pengembangan ini bukan hanya rencana di atas kertas. Ini menyangkut kepentingan banyak orang, pedagang, konsumen, dan masyarakat luas,” tegasnya.
Politisi kelahiran 12 Mei 1975 ini juga meminta dinas teknis segera menyiapkan kajian dan membuka ruang konsultasi publik, agar perencanaan berjalan transparan dan sesuai kebutuhan riil di lapangan. (ADV)








