Kutai Timur – Di balik hamparan alam Kecamatan Kaubun, terdapat potensi wisata yang belum banyak dikenal masyarakat luas, yakni Goa Kelelawar yang berada di sekitar Desa Bumi Jaya. Destinasi alam seluas kurang lebih dua hektare ini menyimpan pesona yang masih sangat alami, namun hingga kini belum mendapat perhatian maksimal dalam pengembangannya.
Pada kunjungan Sabtu (25/7/2026), terlihat kawasan goa masih terjaga dengan baik oleh masyarakat dan pemerintah desa. Goa Kelelawar sendiri ditemukan pada awal tahun 1990-an ketika warga setempat membuka lahan pertanian. Sejak saat itu, kawasan tersebut terus dijaga sebagai salah satu aset wisata alam Desa Bumi Jaya.
M. Rifan yang juga merupakan perangkat desa sekaligus pemandu wisata menjelaskan bahwa hingga saat ini pemerintah desa bersama masyarakat masih berupaya merawat kawasan tersebut dengan keterbatasan anggaran.
“Sampai sekarang kita masih menjaga dan melestarikan dengan dana yang masih minim. Jadi untuk pembangunan Goa Kelelawar ini pun kita lakukan pelan-pelan dan bertahap,” ujarnya.
Ia mengatakan, pengunjung yang datang masih didominasi tamu-tamu yang berkunjung ke Desa Bumi Jaya.
“Untuk sementara ini pengunjung masih tamu-tamu yang datang ke desa saja. Kita sudah sering mengajukan pengadaan sarana dan prasarana untuk merawat dan menjaga wisata ini, namun sampai sekarang belum ada lampu hijau,” ungkapnya.
Meski memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata alam, Goa Kelelawar masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya adalah akses jalan menuju lokasi yang belum memadai sehingga dinilai membutuhkan perhatian dan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Kutai Timur agar kawasan tersebut dapat berkembang dan menarik lebih banyak wisatawan.
Salah seorang pengunjung, Deo Datus Feran Kacaribu, menilai Goa Kelelawar memiliki keindahan alam yang luar biasa dan patut menjadi salah satu prioritas pengembangan wisata daerah.
“Pemandangannya luar biasa bagus. Goa ini masih benar-benar dirawat oleh masyarakat lokal,” katanya.
Menurutnya, pemerintah daerah perlu memberikan perhatian lebih terhadap potensi wisata yang dimiliki Kutai Timur agar dapat terus dilestarikan sekaligus menjadi daya tarik bagi wisatawan.
“Ini seharusnya menjadi fokus pemerintah daerah dalam menjaga dan mengembangkan potensi wisata yang ada di Kutai Timur. Selain meningkatkan sektor pariwisata, langkah ini juga penting untuk melestarikan kekayaan alam yang dimiliki, khususnya di Desa Bumi Jaya,” pungkasnya.








