
SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus menggerakkan roda ekonomi sektor pertanian dengan memastikan penyaluran pupuk bersubsidi tepat sasaran. Melalui kebijakan fokus pada tiga komoditas utama—padi, jagung, dan kedelai—Pemkab Kutim berharap efisiensi biaya produksi meningkat, produktivitas petani naik, dan daya saing pangan lokal semakin kuat.
Dyah Ratnamingrum, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kutim menegaskan kebijakan ini merupakan upaya strategis menjaga stabilitas produksi dan harga pangan di daerah. “Untuk tanaman pangan itu padi, jagung, dan kedelai. Di luar itu tidak bisa mengakses pupuk subsidi,” jelasnya.
Menurut Dyah, pembatasan ini menjadi langkah penting agar subsidi benar-benar memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi petani dan tidak disalahgunakan untuk komoditas nonpangan. Selain memberikan kepastian bagi petani, kebijakan ini juga menjadi acuan bagi distributor dan kios resmi dalam menyalurkan pupuk secara tertib dan transparan.
Dengan pengelolaan subsidi yang terarah, pemerintah daerah berharap hasil panen meningkat sekaligus memperkuat ketahanan pangan Kutai Timur. Dyah menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pembinaan dan pengawasan agar program ini berjalan efektif dan memberikan manfaat maksimal bagi petani.
“Kami minta petani mematuhi aturan yang berlaku. Program ini dibuat agar manfaat ekonominya benar-benar dirasakan petani yang menanam komoditas pangan utama,” tegasnya.
Melalui penerapan subsidi yang tepat sasaran, Pemkab Kutim menargetkan peningkatan produktivitas sekaligus pertumbuhan ekonomi sektor pertanian yang berkelanjutan, menjadikan Kutim salah satu penopang utama pangan di Kalimantan Timur. (ADV)








