SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus mendorong terjadinya realisasi rencana pembangunan Sekolah Rakyat (SR) dengan menyiapkan lahan seluas kurang lebih 8 hektare di kawasan Simono, Sangatta Utara, Kutim. Langkah tersebut mendapat tindak lanjut dari Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PUPR yang melakukan verifikasi langsung ke lapangan untuk memastikan kesiapan lokasi sebelum proyek memasuki tahap pembangunan.
Peninjauan dilakukan oleh perwakilan Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PUPR, Ryan Randu Perdana Lubis, didampingi Wakil Bupati Kutim Mahyunadi. Dalam kunjungan tersebut, tim mengevaluasi berbagai aspek teknis, mulai dari kondisi lahan, luas area, hingga kesiapan infrastruktur pendukung yang menjadi syarat utama pelaksanaan pembangunan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, lahan yang diusulkan Pemerintah Kabupaten Kutim telah memenuhi persyaratan dasar dari sisi visual seperti luas dan dimensi. Selain berada di lokasi yang dinilai cukup strategis untuk kegiatan pendidikan, kawasan tersebut masih memerlukan sejumlah penyempurnaan sebelum pembangunan fisik dapat dimulai, seperti pematangan tanah, peningkatan akses jalan, serta penyediaan jaringan listrik dan air bersih.
Ryan menegaskan bahwa seluruh hasil peninjauan akan menjadi bahan evaluasi pemerintah pusat untuk menentukan langkah kedepannya.
“Segala temuan di lapangan, termasuk komitmen pemerintah daerah untuk menyediakan akses air minum, listrik, dan jalan, akan segera dilaporkan ke tingkat pusat,” tegasnya.
Menanggapi hasil verifikasi tersebut, Mahyunadi menyatakan kesiapan Pemerintah Kabupaten Kutim dalam memenuhi seluruh evaluasi dan rekomendasi yang diminta Kementerian PUPR. Menurutnya, pematangan lahan beserta penyediaan infrastruktur dasar harus dan akan dipercepat agar pembangunan Sekolah Rakyat dapat segera direalisasikan.Apabila seluruh kriteria kesiapan telah dipenuhi, proyek pembangunan Sekolah Rakyat akan memasuki proses lelang lalu dilanjutkan ke tahap konstruksi.
Kehadiran sekolah ini diharapkan dapat memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat sekaligus menjadi salah satu pendorong pertumbuhan kawasan Sangatta dan sekitarnya. (ADV/ProkopimKutim/TP)








