SANGATTA — Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Kutai Timur bekerja sama dengan mitra perkebunan menggelar lokakarya persiapan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Langkah strategis ini dilakukan untuk memetakan dan mempersiapkan peremajaan kebun kelapa sawit rakyat yang sudah memasuki usia tidak produktif di wilayah setempat.
Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Kutai Timur, Arief Nur Wahyuni, menjelaskan bahwa sosialisasi ini mendesak dilaksanakan mengingat hamparan tanaman sawit di beberapa wilayah sentra perkebunan sudah mendekati batas usia produktivitasnya.
“Di beberapa lokasi seperti Kongbeng dan Muara Wahau, umur tanamannya sudah memasuki atau menjelang 25 tahun, sementara di Kutai Timur ini kita belum pernah melaksanakan program PSR,” ujar Arief Nur Wahyuni.
Guna memberikan pemahaman regulasi yang komprehensif, Disbun Kutim mengundang narasumber dari Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur, serta pengurus koperasi dari Kabupaten Paser yang berpengalaman merealisasikan PSR. Acara ini mengundang sekitar 90 peserta dan diikuti oleh 80 hingga 85 perwakilan koperasi se-Kutai Timur.
Dalam sosialisasi tersebut, para pengurus koperasi dibekali pemahaman mengenai pemenuhan syarat administrasi sesuai Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 5 Tahun 2025. Mekanisme pengusulannya dapat ditempuh melalui dua jalur, yaitu skema dinas secara berjenjang maupun skema mitra bersama perusahaan perkebunan.
“Terkait PSR, pemerintah pusat memberikan akses pembiayaan sebesar Rp60 juta per hektar dengan maksimal luasan 4 hektar, dan salah satu syarat utamanya petani harus tergabung dalam kelembagaan seperti koperasi,” kata Arief.
Mengingat alokasi bantuan Rp60 juta per hektar tersebut belum menutupi seluruh operasional replanting hingga tanaman kembali menghasilkan, Disbun Kutim mendorong terbentuknya Surat Perjanjian Kerja Sama (SPK) antara koperasi dan perusahaan mitra. Kemitraan ini dinilai penting demi menjaga stabilitas harga Tandan Buah Segar (TBS) serta menjamin penyerapan hasil panen petani secara berkelanjutan.







