SANDARAN – Keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan masih menjadi tantangan bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir dan daerah terpencil Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Jarak menuju puskesmas maupun rumah sakit membuat sebagian warga harus menunda pemeriksaan kesehatan. Untuk menjawab persoalan tersebut, Dinas Kesehatan Kutim kembali mengoperasikan program pelayanan kesehatan bergerak di kawasan daerah terpencil perbatasan kepulauan (DTPK), termasuk di Kecamatan Sandaran.
Program tersebut dirancang untuk mendekatkan layanan kesehatan dasar kepada masyarakat yang selama ini sulit menjangkau fasilitas medis. Sasaran pelayanannya mencakup ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita, anak-anak, remaja, lanjut usia, hingga masyarakat umum. Selain pemeriksaan kesehatan, tim medis juga memberikan pelayanan kesehatan ibu dan anak, imunisasi, pemeriksaan status gizi, penyuluhan kesehatan, serta pemberian obat-obatan gratis. Pemantauan gizi dan pencegahan stunting menjadi salah satu fokus utama dalam pelaksanaannya.
Sejumlah warga mengaku merasakan manfaat langsung dari layanan tersebut. Armina (24), warga Desa Susuk Tengah, memanfaatkan kesempatan itu untuk melepas alat kontrasepsi implan yang sebelumnya sulit dilakukan karena harus menempuh perjalanan jauh ke fasilitas kesehatan.
Pelayanan kesehatan bergerak juga menghadirkan pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) sebagai deteksi dini kanker serviks di Desa Susuk Tengah. Leni (28), salah seorang peserta pemeriksaan, menilai kehadiran layanan kesehatan perempuan di desanya memberikan kemudahan dalam melakukan pemeriksaan kesehatan di desa sendiri.
Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur berupaya memperluas pemerataan pelayanan kesehatan hingga wilayah terluar. Pendekatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan medis, tetapi juga mengurangi risiko berbagai penyakit. Dengan menjangkau desa-desa yang selama ini memiliki keterbatasan fasilitas kesehatan, pemerintah berharap seluruh masyarakat Kutim dapat mendapatkan layanan kesehatan yang layak. (ADV/ProkopimKutim/TP)








