
SANGATTA – Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim) kelahiran 6 Agustus 1972 yang akrab disapa Pak Yan menyoroti rendahnya penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) meski terjadi kenaikan dalam perubahan anggaran tahun ini. Menurutnya, meski secara umum program pemerintah berjalan baik, aspek teknis dalam penyerapan anggaran masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu segera dibenahi.
“Tidak terlalu banyak berubah dari program awal. Kalaupun sempat dilakukan efisiensi di awal tahun, tapi di perubahan APBD justru naik lagi menjadi sembilan koma sekian. Saya kira apa yang sudah diprogramkan pemerintah tetap berjalan dengan baik,” ujarnya.
Namun demikian, Pak Yan menekankan pentingnya memastikan agar kenaikan anggaran tidak hanya tercatat di atas kertas, tetapi benar-benar terealisasi dalam bentuk program nyata di lapangan. Ia mengaku khawatir, seperti tahun-tahun sebelumnya, serapan anggaran kembali tidak maksimal menjelang akhir tahun.
“Sekarang sudah mendekati akhir tahun, tinggal beberapa bulan lagi. Apakah penyerapannya nanti akan maksimal atau tidak, kita belum tahu. Karena biasanya memang tidak terlalu optimal,” jelas politisi dari Partai Gerakan Indonesia Raya ini.
Ia menegaskan, rendahnya penyerapan anggaran berpotensi menunda manfaat pembangunan yang seharusnya dirasakan langsung oleh masyarakat. Jika anggaran tidak terserap dengan baik, maka berbagai program kesetaraan dan peningkatan kesejahteraan juga akan tertunda.
“Nah, ketika anggaran itu tidak terserap maksimal, tentu berpengaruh pada kesetaraan masyarakat. Program pemerintah yang seharusnya dinikmati rakyat malah tertunda,” tandasnya.
Pak Yan berharap pemerintah daerah tetap konsisten dan berkomitmen menuntaskan seluruh program yang telah tertuang dalam APBD Perubahan. (ADV)








