Kutai Timur – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kutai Timur kembali menegaskan pentingnya penguatan nilai-nilai demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Penegasan tersebut disampaikan dalam agenda Rapat Pimpinan Cabang (RAPIMCAB) DPC GMNI Kutai Timur yang dilaksanakan pada Minggu, 21 Juni 2026
Dalam forum tersebut, Ketua DPC GMNI Kutai Timur, Deo Datus Feran Kacaribu, menekankan bahwa Indonesia sebagai negara demokrasi menempatkan rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi. Oleh karena itu, seluruh kebijakan dan keputusan yang diambil oleh pemerintah harus berorientasi pada kepentingan rakyat
“Dalam sistem demokrasi, kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat. Maka dalam hal ini, pemerintah baik eksekutif maupun legislatif harus bermuara pada kepentingan rakyat itu sendiri,” tegasnya.
Menurutnya, pemerintah harus memiliki kepekaan terhadap kondisi masyarakat serta berhati-hati dalam setiap pengambilan keputusan, baik yang berkaitan dengan pembangunan, ekonomi, maupun kehidupan sosial masyarakat.
“Maka pemerintah hari ini harus bisa melihat ke bawah, harus memahami kebutuhan masyarakat dan berhati-hati dalam setiap pengambilan keputusan, baik dalam kebijakan pembangunan, ekonomi, maupun sosial kemasyarakatan,” lanjutnya
Deo menegaskan bahwa kesejahteraan masyarakat hanya dapat terwujud apabila pemerintah benar-benar memahami dan menjalankan prinsip-prinsip demokrasi secara substansial, bukan sekadar prosedural. Sebab, demokrasi pada hakikatnya menempatkan rakyat sebagai pemegang kedaulatan yang harus didengar dan dilibatkan dalam setiap proses pembangunan
Ia juga menilai bahwa Kabupaten Kutai Timur yang tengah membangun fondasi pembangunan berkelanjutan dan ekonomi yang berdikari membutuhkan ruang partisipasi publik yang kuat. Oleh karena itu, segala bentuk kritik, masukan, dan saran dari masyarakat harus dipandang sebagai bagian penting dalam proses pembangunan daerah.
“Segala bentuk kritik, masukan, dan saran dari masyarakat harus mampu didengar dan ditindaklanjuti oleh pemerintah. Partisipasi rakyat merupakan unsur penting dalam mewujudkan pembangunan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, GMNI Kutai Timur memandang bahwa demokrasi harus berjalan hingga ke akar rumput guna menciptakan mekanisme check and balance yang sehat antara pemerintah dan masyarakat. Dengan demikian, pembangunan yang berkelanjutan, ekonomi yang berdikari, serta keadilan sosial bagi seluruh masyarakat dapat benar-benar diwujudkan
“Oleh sebab itulah demokrasi harus berjalan sampai ke akar rumput guna menciptakan check and balance antara pemerintah dan masyarakat serta mampu menumbuhkan pembangunan yang berkelanjutan, ekonomi yang berdikari, dan keadilan sosial bagi masyarakat,” tutup Deo








