Jumat, 12 Juni 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Kontak
TEMPUDAU
  • Home
  • Berita Utama
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Opini
  • Hiburan
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Gaya Hidup
  • Login
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Utama
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Opini
  • Hiburan
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Gaya Hidup
No Result
View All Result
TEMPUDAU
Home Daerah

Ende dalam Sejarah Bangsa, Dari Pengasingan Soekarno hingga Lahirnya Pancasila

Tempudau Oleh Tempudau
8 Juni 2026
dalam Daerah
Ende dalam Sejarah Bangsa, Dari Pengasingan Soekarno hingga Lahirnya Pancasila
Share on FacebookShare on WhatsApp

Pada 14 Januari 1934 hingga 18 Oktober 1938, pemerintah Hindia Belanda mengasingkan Soekarno ke Ende karena aktivitas politiknya dianggap sebagai ancaman serius bagi kolonial Belanda.

Pengasingan tersebut merupakan upaya yang dilakukan Hindia Belanda untuk memutus pengaruh gerakan Soekarno yang pada waktu itu sangat masif di pulau Jawa yang mulai meluas ke pulau Sumatera. Namun, keputusan kolonial Belanda itu justru menjadi fase yang sangat penting bagi dalam perjalanan intelektual dan ideologi Soekarno.

Di Kota kecil Ende, yang terletak ditengah pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ende bukan hanya sekedar sebagai tempat pembuangan Bung Karno, namun sebagai tempat Bung Karno untuk melakukan kontemplasi menggali lima butir mutiara yang dikenal dengan nama Pancasila.

Di Ende Soekarno ditemani istrinya, Inggit Garnasih, ibu mertuanya, Amsih dan kedua anak angkatnya yaitu, Ratna Djoeami, dan Kartika. Dia dan keluarganya tinggal di Kampung Ambugaga, rumah sederhana itu milik Haji Abdullah Ambuwaru, yang saat ini menjadi Situs Cagar Budaya.

Selama berada di Ende Bung Karno menghabiskan banyak waktu untuk membaca dan menulis di perpustakaan Biara Santo Yosef yang dikelola oleh misionaris Societas Verbi Divini atau yang dikenal nama Serikat Sabda Allah di kompleks Gereja Katolik Kristus Raja. Selain membaca dan menulis ia juga berdiskusi dengan misionaris Belanda, yakni Pastor Gerardus Huijtink SVD dan Pater Johannes Bouma SVD.

Soekarno juga membentuk kelompok seni teater yang diberi nama Sandiwara Kelimutu yang beranggotakan 47 orang. Kelompok tersebut dijadikan sebagai media untuk membangkitkan kesadaran semangat perjuangan nasionalisme. Ia menulis sekitar 13 naskah, salah satu naskah yang ditulisnya adalah “Rahasia Kelimutu”.

Salah satu tempat yang paling penting Soekarno ketika di Ende adalah pohon sukun yang tidak jauh dari tepi pantai Ende. Hampir setiap malam di bawah pohon sukun itu Soekarno duduk untuk merenungkan nasib bangsa. Tempat tersebut sekarang dikenal “Taman Renungan Bung Karno”. Sejarah mencatat dibawah pohon sukun itu dia menggali nilai-nilai dasar negara, yakni Pancasila.

Perenungannya di Ende lahir dari kegelisahan terhadap kondisi bangsa Indonesia yang sangat kaya akan keragaman. Soekarno sangat memahami bahwa bangsa Indonesia tidak mungkin dibangun atas dasar satu golongan, agama atau suku tertentu.

Maka dari itu, Bung Karno merumuskan dasar negara yang menjadi kesepakatan bersama. Hasil perenungan itu Ia sampaikan dalam pidatonya di sidang Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai atau Badan Penyelidik Usaha-Usaha Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang menjadi tonggak lahirnya Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.

Sehingga dari itu Ende tidak bisa terlepas dari catatan sejarah bangsa Indonesia, karena kota tersebut menjadi saksi lahirnya Pancasila, yang saat ini Ende dijuluki sebagai “Kota Pancasila”.

Hubungan Soekarno dan Ende memperlihatkan gagasan tentang persatuan yang lahir dari pengalaman sosial yang nyata. Pancasila bukan hanya hasil dari pemikiran teoritis, melainkan hasil refleksi panjang dari kehidupan masyarakat Indonesia yang sangat plural. Di Ende Soekarno belajar langsung tentang, toleransi, gotong royong, dan kemanusiaan.

Jejak perjalanan Soekarno di Ende masih bisa kita temukan sampai hari ini melalui Rumah Pengasingan Bung Karno dan Taman Renungan Bung Karno. Rumah pengasingan itu sekarang menjadi museum yang menyimpan benda-benda peninggalan Soekarno, seperti, tempat tidur, piring, sendok, dan lain lain.

Di tengah tantangan Indonesia saat ini, mulai dari polarisasi politik hingga menguatnya konflik identitas. Jejak perjalanan Soekarno di Ende seharusnya menjadi refleksi penting bagi kita dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ende mengajarkan bahwa Indonesia dibangun diatas keberagaman dan Pancasila menjadi titik temu dari semua perbedaan.

Jika hari ini bangsa Indonesia masih terjebak dalam politik kebencian, intoleransi, dan kepentingan kelompok, sesungguhnya bangs ini sedang bergerak menjauh dari semangat Pancasila yang lahir di Ende.

Pancasila bukan hanya dihafalkan dalam ruang kelas atau dibacakan pada saat upacara, melainkan Pancasila sebagai Philosophische grondslag atau dasar filosofis bangsa yang sehari-hari harus dimanifestasikan dalam kehidupan sosial, politik dan kemanusiaan.

Penulis : Sekretaris Forum Pemuda NTT, Ricard Parera

Total Views: 24
Berita Sebelumnya

Ketua DPRD Kutai Timur Akan Panggil Perusahaan Berstatus PROPER Merah

Berita Selanjutnya

Tanggapi Aduan Warga, DPRD Kutim Dorong Pengawasan Limbah Medis RSUD Kudungga

Berita Selanjutnya
Tanggapi Aduan Warga, DPRD Kutim Dorong Pengawasan Limbah Medis RSUD Kudungga

Tanggapi Aduan Warga, DPRD Kutim Dorong Pengawasan Limbah Medis RSUD Kudungga

BERITA REKOMENDASI

Bahas Infrastruktur di Desa Bumi Rapak, Mahyunadi Jawab Perbaikan Akses Jembatan hingga Perlindungan Pekerja

Bahas Infrastruktur di Desa Bumi Rapak, Mahyunadi Jawab Perbaikan Akses Jembatan hingga Perlindungan Pekerja

7 bulan yang lalu
Polres Kutim Dorong Ketahanan Pangan Lewat Penanaman Jagung di Lahan Pascatambang

Polres Kutim Dorong Ketahanan Pangan Lewat Penanaman Jagung di Lahan Pascatambang

7 bulan yang lalu
Strategi Pemkab Kutim Dorong AMDK Lokal Sangattaqua Merambah Pasar Retail

Strategi Pemkab Kutim Dorong AMDK Lokal Sangattaqua Merambah Pasar Retail

7 bulan yang lalu
Fokus pada IKM, Disperindag Kutim Perkuat Pendampingan Pasca Pandemi

Fokus pada IKM, Disperindag Kutim Perkuat Pendampingan Pasca Pandemi

7 bulan yang lalu

KATEGORI

  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwara
  • Pariwara Dinas Kominfo Kutim
  • Pariwara DPRD Kutai Timur
  • Pariwara Kutai Timur
  • Politik
  • Teknologi

CARI BERDASARKAN TOPIK

2018 League Ardiansyah Sulaiman ARMY Balinese Culture Bali United Bontang Budget Travel Champions League Chopper Bike Doctor Terawan HMI Istana Negara KAHMI Kampung Sidrap Kasmidi Bulang Kutai Timur Kutim Mahyunadi Market Stories Maulid Nabi Mendagri National Exam Proforest Sengketa SUSTAIN KUTIM Visit Bali

TERPOPULER

  • KNPI Kutai Timur Minta Polres Kutai Timur Periksa Proyek Pengadaan Kendaraan Khusus Rp75 Miliar

    KNPI Kutai Timur Minta Polres Kutai Timur Periksa Proyek Pengadaan Kendaraan Khusus Rp75 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPD KNPI Kutai Timur Soroti Pencairan Dana Hibah di Tengah Dualisme Kepengurusan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • FBN Kutim Siap Kolaborasi Bersama Pemerintah dan Swasta Majukan Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wakil Bupati Kutim Tanggapi Pengembangan STIPER yang Dinilai Belum Optimal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SDN 003 Sangatta Utara Lepas 105 Siswa Kelas VI, Dorong Lulusan Berprestasi dan Berkarakter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
TEMPUDAU

Media online terpercaya yang hadir untuk menyajikan berita terkini seputar Kalimantan Timur. Dari isu politik, ekonomi, lingkungan, hingga gaya hidup, kami menyajikan informasi cepat, akurat, dan berimbang.

Follow sosial media kami

Berita Pilihan

  • Hutan Dirambah, Sumber Air Baku Perumdam Kian Kritis
  • SDN 003 Sangatta Utara Lepas 105 Siswa Kelas VI, Dorong Lulusan Berprestasi dan Berkarakter
  • Pemkab Kutim Bentuk Tim Revitalisasi STIPER, Tindaklanjuti Aspirasi Mahasiswa soal Dana Hibah dan Fasilitas Kampus

Kategori

  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwara
  • Pariwara Dinas Kominfo Kutim
  • Pariwara DPRD Kutai Timur
  • Pariwara Kutai Timur
  • Politik
  • Teknologi

Berita Terbaru

Hutan Dirambah, Sumber Air Baku Perumdam Kian Kritis

Hutan Dirambah, Sumber Air Baku Perumdam Kian Kritis

11 Juni 2026
SDN 003 Sangatta Utara Lepas 105 Siswa Kelas VI, Dorong Lulusan Berprestasi dan Berkarakter

SDN 003 Sangatta Utara Lepas 105 Siswa Kelas VI, Dorong Lulusan Berprestasi dan Berkarakter

11 Juni 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© Copyright 2024 TEMPUDAU - All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Utama
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Opini
  • Hiburan
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Gaya Hidup

© Copyright 2024 TEMPUDAU - All Right Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In