SANGATTA — Sangattaqua, air minum dalam kemasan (AMDK) buatan Perumdam Tirta Tuah Benua (TTB) Kutim, kini menjadi sorotan setelah beberapa bulan peluncurannya. Pertumbuhan produk ini mendapat dorongan kuat dari kebijakan wajib beli di lingkup Pemkab Kutim, yang digagas langsung Bupati Ardiansyah Sulaiman, untuk memperkuat ekonomi lokal.
“Ini bukan sekadar formalitas, tapi strategi nyata mendukung produk anak negeri dan meningkatkan kemandirian ekonomi Kutim,” jelas Bupati Ardiansyah. Kebijakan ini menempatkan pemerintah daerah sebagai konsumen utama Sangattaqua, sekaligus mendorong sektor swasta untuk ikut membeli produk lokal.
Perumdam TTB memandang Sangattaqua sebagai langkah strategis, dari fokus pelayanan publik ke orientasi bisnis yang sehat. Produk ini diharapkan mampu menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus menjadi sumber dana pembangunan berkelanjutan. “Inovasi ini akan meningkatkan pendapatan BUMD, yang akhirnya dikembalikan untuk pembangunan daerah,” tambah Ardiansyah.
Ekspansi pasar menjadi fokus utama Perumdam TTB menjelang akhir tahun. Targetnya mencakup distribusi ke toko modern, warung tradisional, dan sektor swasta, sehingga produk ini bisa lebih dikenal masyarakat. Bupati menekankan bahwa Sangattaqua siap bersaing dengan AMDK lain di pasaran, memberikan alternatif konsumsi berkualitas bagi warga Kutim.
Selain aspek ekonomi, keberadaan Sangattaqua juga membangun ekosistem bisnis yang kuat. Pemkab Kutim berupaya menjadikan produk lokal ini sebagai tulang punggung perputaran ekonomi di daerah, mengurangi ketergantungan pada produk luar.
Skema setoran BUMD ke PAD sedang dibahas bersama DPRD untuk menjamin keberlanjutan finansial. Dengan dukungan struktural pemerintah dan strategi ekspansi pasar, Sangattaqua kini menjadi simbol kebangkitan ekonomi Kutim sekaligus kebanggaan masyarakat akan produk lokal berkualitas tinggi. (ADV/ProkopimKutim/T)








