SANGATTA – Pilihan melanjutkan pendidikan tinggi semakin terbuka bagi masyarakat Kutai Timur melalui skema pembelajaran Universitas Terbuka (UT). Sebanyak 266 peserta mengikuti layanan pendukung keterampilan belajar jarak jauh UT yang digelar di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, dari total sekitar 382 calon mahasiswa yang telah mendaftar.
Jumlah peserta masih berpotensi meningkat karena mekanisme pendaftaran dan perkuliahan UT memungkinkan masyarakat menyesuaikan pendidikan dengan aktivitas sehari-hari. Model ini dinilai memberi keuntungan bagi warga yang bekerja atau memiliki keterbatasan untuk mengikuti kuliah secara tatap muka.
Wakil Bupati Kutim Mahyunadi menilai keputusan masyarakat menempuh pendidikan tinggi merupakan investasi untuk meningkatkan kemampuan individu sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia daerah. Pemerintah Kabupaten Kutim, kata dia, mendukung upaya yang dapat mempermudah masyarakat memperoleh akses pendidikan.
Menurut Mahyunadi, pembelajaran jarak jauh dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang menghadapi kendala geografis dan waktu. Pekerja, aparatur pemerintah, dan generasi muda tetap dapat mengikuti perkuliahan tanpa meninggalkan tanggung jawab utama mereka.
Ia juga menekankan pentingnya kesiapan mahasiswa dalam menjalani sistem belajar mandiri. Kemampuan menggunakan teknologi, mengatur waktu, serta memahami metode pembelajaran UT dinilai menjadi modal penting selama masa studi.
Pemkab Kutim berharap peningkatan jumlah masyarakat yang menempuh pendidikan tinggi turut berdampak terhadap kompetensi tenaga kerja di daerah. Mahyunadi meminta mahasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengembangkan kemampuan yang dapat digunakan dalam pembangunan Kutai Timur.
Dalam kegiatan itu, Rahmatiyah dari UT turut menyampaikan apresiasi terhadap pemerintah daerah. Menurut dia, dukungan dan penerimaan Pemkab Kutim terhadap mahasiswa UT menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan layanan pendidikan di daerah.
Kerja sama antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pendampingan. Perluasan akses pendidikan melalui sistem jarak jauh menjadi salah satu jalan untuk memastikan lebih banyak warga Kutim memperoleh kesempatan meningkatkan kapasitas tanpa terhalang kondisi geografis maupun keterbatasan waktu. (ADV/ProkopimKutim/TP)








