SANGATTA – Pemerintah dan pengelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai mendorong pemanfaatan produk badan usaha milik daerah (BUMD) sebagai bagian dari kebutuhan operasional dapur penyedia makanan bergizi. Langkah tersebut dipandang tidak hanya mendukung kelancaran pelaksanaan program, tetapi juga memperkuat perputaran ekonomi lokal melalui peningkatan penggunaan produk daerah.
Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kutim, Dwi Nur Shinta, mengimbau seluruh kepala SPPG beserta mitra dapur menggunakan air minum kemasan produksi Kutim, Sangattaqua, untuk memenuhi kebutuhan harian dapur maupun perkantoran. Menurut dia, program MBG memiliki potensi memberikan dampak ekonomi yang lebih luas apabila kebutuhan operasionalnya dipenuhi melalui produk lokal.
Ia menjelaskan, penggunaan Sangattaqua sejalan dengan Gerakan Cinta Produk BUMD Kutim. Kebutuhan air minum di dapur MBG yang berlangsung setiap hari dinilai mampu menjadi pasar yang berkelanjutan bagi perusahaan daerah sekaligus menjaga agar perputaran ekonomi tetap berada di wilayah Kutim.
Pandangan serupa disampaikan Ketua Koperasi Jasa Pemuda Kutim Hebat, Habibi. Sebagai distributor resmi Sangattaqua, ia menilai pemanfaatan produk daerah bukan semata-mata persoalan distribusi logistik, melainkan bentuk dukungan terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurutnya, semakin besar penggunaan produk BUMD, semakin besar pula peluang perusahaan daerah memberikan kontribusi kepada kas pemerintah daerah melalui dividen.
Habibi menambahkan bahwa koperasi hanya berfungsi sebagai penghubung distribusi. Menurutnya, melalui pemanfaatan produk lokal dalam operasional MBG, manfaat program tidak berhenti pada pemenuhan gizi anak tetapi juga mendorong penguatan BUMD, membuka peluang usaha, serta memperluas efek ekonomi bagi masyarakat Kutai Timur. (ADV/ProkopimKutim/TP)








