Kutai Timur — Komitmen untuk mendukung keberlanjutan pendidikan generasi muda di Kutai Timur kembali menguat. Di tengah dinamika pergerakan mahasiswa, kebutuhan akan asrama permanen yang representatif di kota-kota studi menjadi perhatian serius yang mulai dicarikan solusinya melalui sinergi lintas sektor.
Isu tersebut mengemuka dalam kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama yang digelar Himpunan Pelajar Mahasiswa Kutai Timur (HIPMAKT) di Masjid H Bolly, kawasan Kenyamukan. Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi serta Pembina HIPMAKT yang juga Ketua DPRD Kutai Timur, Jimmi. Turut hadir Wakil Ketua I DPRD Kutai Timur Sayid Anjas.
Ketua HIPMAKT, Theopilus Berada, mengungkapkan bahwa organisasinya tengah bertransformasi menuju pembentukan Ikatan Keluarga Alumni (IKA). Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan dukungan bagi pelajar dan mahasiswa Kutai Timur yang menempuh pendidikan di luar daerah.
“Kami membutuhkan dukungan dari para senior agar IKA ini segera terbentuk. Ini bukan lagi sekadar wacana, melainkan langkah nyata agar alumni dapat berkiprah lebih luas dan menjadi sistem pendukung bagi adik-adik mahasiswa,” ujarnya.
Sementara itu, Jimmi menyoroti persoalan klasik yang kerap dihadapi mahasiswa Kutai Timur, yakni keterbatasan fasilitas asrama permanen. Ia menilai kendala administratif terkait aset daerah sering menjadi hambatan apabila pembangunan sepenuhnya mengandalkan anggaran pemerintah daerah.
“Salah satu sumber pendanaan yang paling realistis adalah melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR. Jika melalui mekanisme aset daerah terasa rumit, kita harus mendorong pihak swasta untuk terlibat langsung dalam pembangunan fasilitas pendidikan ini,” jelasnya.
Menurutnya, ketersediaan fasilitas yang memadai sangat berpengaruh terhadap kualitas aktivitas mahasiswa selama menempuh pendidikan.
“Dengan adanya fasilitas yang stabil dan layak, mahasiswa dapat lebih fokus belajar dan berkontribusi bagi daerah di masa depan,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Mahyunadi menyatakan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan mendorong pengurus mahasiswa segera menyiapkan langkah teknis yang diperlukan. Ia menegaskan bahwa pemerintah siap memfasilitasi audiensi dengan pihak perusahaan guna merealisasikan pembangunan asrama.
“Segera ajukan draf dan perencanaan. Kita akan undang perusahaan-perusahaan besar seperti PT Kaltim Prima Coal untuk duduk bersama. Jika daerah lain bisa membangun asrama yang representatif, Kutai Timur pun harus bisa,” tegasnya.
Mahyunadi juga menekankan bahwa dukungan pendanaan dari sektor swasta diharapkan menjadi tambahan kontribusi, bukan sekadar pengalihan dari anggaran rutin yang sudah ada.
Dengan dorongan kolaborasi antara pemerintah, mahasiswa, dan sektor swasta, pembangunan asrama bagi mahasiswa Kutai Timur diharapkan dapat segera terwujud sebagai investasi jangka panjang bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia daerah.








