
SANGATTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) terus berkomitmen menyiapkan generasi muda yang siap kembali membangun daerah asal mereka. Melalui program beasiswa pendidikan senilai Rp800 juta, Pemkab bersama Komisi D DPRD Kutim berupaya memberikan kemudahan akses biaya pendidikan bagi mahasiswa Kutim yang tengah menempuh studi di luar daerah.
Langkah ini, menurut Ramadhani, Anggota Komisi D DPRD Kutim, bukan hanya soal bantuan dana, tetapi juga bentuk investasi jangka panjang untuk menyiapkan sumber daya manusia yang nantinya dapat “pulang kampung” dan berkontribusi membangun Kutim.
“Kita ingin mereka yang kuliah di luar bisa menyelesaikan pendidikannya tanpa kesulitan, dan setelah itu kembali untuk membangun daerah,” ujarnya saat ditemui di Sangatta.
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan mudah diakses, pihaknya telah berkoordinasi dengan bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) guna menyederhanakan prosedur administrasi. Ramadhani menegaskan agar tidak ada birokrasi berbelit yang justru menyulitkan mahasiswa penerima bantuan. “Saya sudah komunikasi dengan Kesra. Saya minta persyaratannya jangan dipersulit,” tegas politisi Partai Persatuan Pembangunan ini.
Kini, penerima beasiswa hanya diwajibkan melampirkan KTP Kutai Timur dan transkrip nilai dari kampus atau sekolah mereka. Persyaratan yang ringkas ini diharapkan mempercepat penyaluran bantuan tanpa mengorbankan akurasi penerima. “KTP Kutai Timur, terus transkrip nilai, dia kuliah, sekolah—sudah, kasih uangnya. Itu saja dasarnya,” jelas Ramadhani.
Program beasiswa ini menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah daerah terhadap keberlanjutan pendidikan putra-putri Kutim, terutama mereka yang menempuh studi di luar daerah. Harapannya, para penerima kelak kembali dengan membawa ilmu dan semangat untuk membangun kampung halaman.
Sebagai informasi, alokasi dana pendidikan sebesar 20 persen dari APBD merupakan amanat konstitusi yang diatur dalam Pasal 31 Ayat (4) UUD 1945 dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Komitmen tersebut menjadi landasan penting bagi Pemkab Kutim untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan daerah dan melahirkan generasi unggul yang siap mengabdi untuk Kutim. (ADV)








