
SANGATTA – Ketua Bidang Pembangunan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur (Kutim) dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), H. Ardiansyah, memberikan penjelasan terkait perkembangan penyerapan anggaran daerah tahun berjalan yang mencapai Rp9,89 triliun. Ia menegaskan, sebagian besar kegiatan masih berada dalam tahapan administrasi dan proses lelang, sehingga belum seluruhnya siap untuk dicairkan.
“Kalau untuk anggaran Rp 9,89 triliun saat ini yang masih belum siap, hanya mungkin kegiatan PL,” ungkap Ardiansyah.
Menurutnya, proses lelang menjadi faktor utama yang menentukan kecepatan realisasi anggaran. Untuk kegiatan yang membutuhkan tender, pemerintah daerah saat ini masih menjalankan tahapan prosedural. Meski demikian, Ardiansyah menyebut sejumlah persiapan telah dilakukan agar pelaksanaan lelang dapat segera berjalan lancar.
“Kalau untuk yang lelang ini masih dalam tahap proses, ada sudah persiapan untuk tender,” jelasnya.
Selain kegiatan baru, Ardiansyah juga menyoroti adanya proyek-proyek dari tahun anggaran sebelumnya yang masih berlanjut. Beberapa di antaranya bahkan belum sepenuhnya terbayarkan karena masih dalam proses penyelesaian administrasi dan pekerjaan di lapangan.
“Dan kegiatan yang lalu juga ada masih berjalan, contohnya kegiatan yang lalu masih berlaku atau belum terbayarkan, nah ini masih berjalan ini,” urai politisi kelahiran 16 Oktober 1979 ini.
Dengan mempertimbangkan dua aspek tersebut—yakni penyelesaian kegiatan lama dan percepatan proses lelang untuk kegiatan baru—Ardiansyah optimistis penyerapan anggaran Kutai Timur tahun ini dapat berjalan sesuai target.
“Jadi untuk proses penyerapannya insyaallah bisa,” pungkasnya. (ADV)








