SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memberikan penghargaan literasi kepada guru SMP Negeri 5 Sangatta Utara, Sahari Nor Wakhid. Ia menjadi salah satu dari tujuh penulis lokal yang menerima penghargaan di Hari Ulang Tahun (HUT) Kutim ke-26.
Penghargaan yang kedua kalinya itu tentu saja disambut Sahari dengan rasa syukur dan optimisme. Ia mengungkapkan bahwa apresiasi dari pemerintah daerah menambah semangatnya dalam berkarya di tengah kesibukan mengajar.”Saya merasa sangat bersyukur dan tertantang dengan penghargaan ini,” ungkapnya di lapangan kantor bupati Kutim beberapa waktu lalu.
Pria yang pernah mengenyam pendidikan tinggi di Malang, Jawa Timur, ini diapresiasi atas karya-karya bukunya yang mencakup sembilan judul buku tunggal dan kontribusi dalam 46 antologi. Tiga judul buku karyanya yang paling dikenal yaitu “Perempuan yang Menuju Dermaga”, “Selebrasi”, dan “Jeremba”.
Sahari berharap apresiasi ini dapat menjadi pemicu bagi masyarakat luas untuk ikut berkarya. Ia juga menegaskan komitmennya untuk mendukung program literasi yang digalakkan Pemkab Kutim.
“Saya berharap penghargaan seperti ini dapat memacu masyarakat lain yang ingin berkarya lewat tulisan. Selain itu kami siap membagi inspirasi dan ilmu, termasuk melatih kemampuan menulis generasi muda jika diminta oleh pemerintah,” kata dia.
Sahari menyatakan bahwa menulis buku, cerpen, maupun puisi, adalah hobi yang ia tekuni sejak di bangku kuliah. Saat ini, ia mengabdikan diri sebagai guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 5 Sangatta Utara.
Sebelumnya, ia juga memiliki pengalaman sebagai kepala sekolah di lingkungan perusahaan sawit. Selain sebagai pendidik, Sahari aktif sebagai Ketua Komunitas Belajar ETAM Kutim periode 2023–2026, sebuah komunitas yang fokus pada peningkatan kualitas pendidik di Kaltim dan Kutim. (ADV/ProkopimKutim/T)








