BENGALON – Ketahanan pangan mulai ditempatkan sebagai bagian penting dalam arah pembangunan ekonomi Kutai Timur (Kutim). Penguatan sektor pertanian perlu dilakukan agar masyarakat memiliki sumber produksi pangan yang kuat sekaligus mampu mengurangi ketergantungan terhadap sektor tambang.
Pandangan tersebut disampaikan Komandan Korem 091/Aji Surya Natakesuma Brigjen TNI Anggara Sitompul saat menghadiri kegiatan Tanam Padi dan Cetak Sawah Rakyat Serentak di Desa Sepaso Timur, Kecamatan Bengalon. Menurutnya, lahan pertanian ke depan dapat menjadi sumber kekuatan ekonomi masyarakat.
Untuk mewujudkan itu, TNI dilibatkan sebagai perintis sekaligus pendamping petani bersama penyuluh pertanian. Pendampingan dilakukan sejak pembukaan lahan hingga proses penanaman agar pengelolaan berjalan baik dan maksimal.
Kolaborasi tersebut diharapkan mempercepat pembentukan sistem pertanian yang produktif sehingga petani dapat, secara bertahap, mengambil alih pengelolaan lahan dan meningkatkan hasil panen secara berkelanjutan.
Salah satu penerapannya terlihat di Desa Sepaso Timur. Kelompok Tani Mega Sejahtera mengelola sekitar 98 hektare lahan milik masyarakat yang sebelumnya tidak produktif. Ketua kelompok tani, Imam Turmudi, berharap lahan tersebut mampu menghasilkan panen dua kali dalam setahun.
Langkah tersebut berjalan bersamaan dengan program cetak sawah. Kutai Timur memperoleh alokasi seluas 1.106 hektare, namun realisasinya baru mencapai 363 hektare. Kodim 0909/Kutim menargetkan seluruh lahan dapat diselesaikan secepatnya.
Pada skala yang lebih luas, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyebut 20 ribu hektare disiapkan untuk tanaman padi, meliputi padi sawah, ladang, kolam, dan terapung. Sebanyak 7 ribu hektare telah siap digunakan, termasuk 2 ribu hektare untuk sawah.
Target tersebut merupakan bagian dari rencana kawasan pertanian seluas 100 ribu hektare. Sekitar 80 ribu hektare lainnya diarahkan untuk hortikultura dan perkebunan. Setelah tata kelola pertanian stabil, pengelolaan diharapkan sepenuhnya beralih kepada petani. Skema ini diharapkan memperkuat produksi, meningkatkan kesejahteraan, dan mendorong kemandirian pangan Kutai Timur. (ADV/ProkopimKutim/TP)








