
Kutai Timur – Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutai Timur, Andi Pasalinge, memberikan tanggapan usai menghadiri hearing bersama Komisi C DPRD Kutim pada Selasa (8/10/2025). Ia menyebut, secara umum pembahasan berjalan baik dan penuh masukan konstruktif, namun pihaknya juga mengeluhkan adanya penurunan anggaran cukup drastis tahun ini.
“Bagus saja sih, hanya kita kan anggaran untuk 2026 itu menurun jauh drastis daripada anggaran di 2025 kemarin,” ujarnya.
Andi menjelaskan, total anggaran operasional DLH tahun ini hanya sekitar Rp2 miliar. Jumlah tersebut harus dibagi ke empat bidang kerja, yakni pengelolaan lingkungan, pembinaan, persampahan, dan pengawasan.
“Jadi per bidang itu bisa dapat sekitar 500 juta, dibagi empat bidang. Untuk pengelolaan, pembinaan, dan persampahan itu jelas kurang,” ungkapnya.
Menurutnya, keterbatasan anggaran ini berpotensi memengaruhi efektivitas pelaksanaan program prioritas, terutama di bidang pengelolaan sampah dan pembinaan masyarakat lingkungan. Pihaknya berharap agar alokasi dana tahun berikutnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan lapangan.
Meski demikian, Andi mengapresiasi sikap dan perhatian Komisi C terhadap berbagai persoalan lingkungan di Kutai Timur. “Tanggapan dari Komisi C bagus, mereka juga paham dengan kondisi kita di lapangan,” tambahnya.
Hearing tersebut membahas evaluasi program kerja DLH 2025 dan rencana kegiatan 2026, termasuk upaya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. (ADV)








