TELUK PANDAN — Bupati Kutai Timur (Kutim) H Ardiansyah Sulaiman menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjadikan Teluk Pandan sebagai wajah dan pintu gerbang utama kabupaten. Hal itu disampaikan saat kunjungan kerja ke Kantor Camat Teluk Pandan, yang turut dihadiri Wakil Bupati Mahyunadi, Ketua DPRD Kutim Jimmi, jajaran Forkopimda, serta pimpinan perusahaan di sekitar wilayah tersebut.
Dalam arahannya, Ardiansyah menyebut Teluk Pandan memiliki posisi strategis sebagai jalur masuk ke Kutim sekaligus kawasan potensial untuk pengembangan pariwisata. Karena itu, pembenahan infrastruktur dan penguatan desa wisata akan menjadi prioritas pemerintah daerah.
“Teluk Pandan adalah wajah pertama Kutai Timur. Karena itu, harus terus berbenah dan berinovasi. Saya minta segera koordinasikan pengembangan desa wisata agar bisa kita dorong bersama,” ujarnya.
Selain pemerintah daerah, sektor swasta juga didorong untuk berperan aktif. Menurut Ardiansyah, kolaborasi lintas pihak menjadi kunci dalam membangun Kutim yang tangguh dan berdaya saing.
“Pembangunan tidak cukup hanya dengan anggaran pemerintah. Harus ada kolaborasi dan komitmen bersama antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha,” tegasnya.
Bupati menambahkan, Pemkab Kutim akan terus mengoptimalkan potensi ekonomi lokal dengan dukungan kebijakan fiskal yang berpihak pada desa. Salah satunya melalui alokasi dana desa sebesar Rp 1 miliar bagi setiap desa di Kecamatan Teluk Pandan.
“Kami ingin memastikan setiap desa memiliki kemampuan untuk mandiri dan berkembang sesuai potensi masing-masing,” jelasnya.
Camat Teluk Pandan, Anwar, menyampaikan apresiasi atas perhatian Bupati terhadap pengembangan wilayahnya. Ia menyebut program dana desa dan kegiatan seperti halal bihalal ini menjadi sarana memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.
“Program bantuan ini menjadi bukti nyata kepercayaan Pemkab kepada desa. Semoga bisa terus berlanjut demi kemajuan Teluk Pandan,” ujarnya.
Kunjungan kerja tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi lintas sektor, terutama setelah polemik batas wilayah Kampung Sidrap dengan Kota Bontang. Pemerintah berharap, dengan kolaborasi dan semangat gotong royong, Teluk Pandan dapat tumbuh sebagai kawasan wisata dan ekonomi unggulan di pintu masuk Kutai Timur. (ADV/ProkopimKutim/T)








