SANGATTA – Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman meminta mahasiswa peserta KKN Angkatan XXII STIPER Kutim tidak hanya menjalankan agenda rutin selama berada di desa. Ia berharap para mahasiswa mampu menghasilkan gagasan yang dapat membuka potensi daerah, terutama di sektor kelautan yang dinilai masih belum tergarap optimal.
Hal itu disampaikan Ardiansyah saat membuka Pembekalan (Santiaji) KKN STIPER Kutim Tahun 2026 di Aula STIPER Kutim. Menurutnya, KKN menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menghubungkan ilmu yang diperoleh di kampus dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Dalam arahannya, Ardiansyah menyoroti Kecamatan Kaubun sebagai salah satu wilayah yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan. Potensi pertanian dan pesisir dinilai dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru apabila didukung inovasi dari generasi muda.
Ia bahkan menyebut Kutai Timur sebagai “Magic Land” karena memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Namun, menurutnya, besarnya potensi tersebut belum sepenuhnya mampu dimanfaatkan menjadi kekuatan ekonomi daerah.
“Belum ada potensi laut yang benar-benar kita kembangkan secara optimal. Ini menjadi tantangan bagi mahasiswa, terutama dari Program Studi Ilmu Kelautan,” katanya.
Selain mendorong eksplorasi potensi alam, Ardiansyah juga mengingatkan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ia menilai kekayaan alam tidak akan memberikan manfaat maksimal tanpa SDM yang memiliki kemampuan berinovasi dan menciptakan solusi.
Ia berharap mahasiswa menjadikan KKN sebagai wadah belajar bersama masyarakat sekaligus menghadirkan program yang memberi manfaat nyata bagi pembangunan desa di Kutai Timur. (ADV/ProkopimKutim/TP)








