
SANGATTA – Anggota Komisi D DPRD Kutai Timur (Kutim), Yulianus Palangiran menyoroti maraknya aksi balapan liar di Kutim. Menurutnya, fenomena ini muncul karena minimnya wadah bagi anak muda untuk menyalurkan energi dan kreativitas mereka secara positif.
“Selama ini yang kita lihat dan saya rasakan sendiri, balapan liar itu sering terjadi meskipun tidak ada laporan langsung dari warga. Biasanya baru terungkap setelah ada tindakan dari pihak kepolisian,” ungkap Yulianus baru-baru ini kepada awak media.
Ia menjelaskan, ada tiga kelompok utama yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Pertama, kelompok anak muda yang melakukan aksi balap spontan sebagai bentuk hiburan dan pelampiasan energi. Kedua, komunitas pecinta modifikasi motor yang menjadikan balapan sebagai ajang unjuk hasil karya dan uji performa. Ketiga, kelompok yang terlibat karena faktor gengsi dan pencitraan di antara rekan-rekan sebaya.
“Bagi anak muda, ini kadang soal sensasi, euforia, bahkan gengsi. Tapi kalau tidak diarahkan dengan benar, bisa berbahaya bagi diri mereka dan orang lain,” ujarnya.
Untuk itu, Yulianus mendorong agar pemerintah daerah bersama pihak kepolisian dan komunitas masyarakat menciptakan wadah kegiatan positif yang bisa menyalurkan semangat generasi muda. Ia menilai, kegiatan seperti kompetisi otomotif resmi, olahraga, hingga ajang kreativitas anak muda bisa menjadi alternatif yang lebih bermanfaat.
“Nah ini yang harus kita cegah ke depan. Anak-anak muda Kutai Timur punya energi besar, tinggal bagaimana kita arahkan supaya tersalurkan lewat kegiatan yang positif dan membangun,” tegasnya.
Menurutnya, dengan pembinaan dan pendampingan yang tepat, potensi besar generasi muda Kutim dapat diarahkan untuk mendukung kemajuan daerah. “Kita ingin Kutai Timur bebas dari balapan liar, tapi kaya dengan kegiatan anak muda yang produktif,” pungkas politisi kelahiran 7 Desember 1963 ini. (ADV)








