
SANGATTA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur (Kutim) mendorong agar pelaksanaan program pembangunan di daerah benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Anggota DPRD Kutim, Bahcok Riandi, menegaskan pentingnya serapan anggaran yang maksimal dan tepat waktu agar proyek-proyek fisik bisa terselesaikan dalam tahun anggaran berjalan.
Menurutnya, penyerapan anggaran yang efektif menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan. Ia mengingatkan pemerintah daerah agar pelaksanaan proyek tidak hanya mengejar target formal, tetapi juga fokus pada hasil yang langsung dirasakan masyarakat. “Program penyerapannya ini yang kami perlu wanti-wanti,” tegas Bahcok dengan nada serius.
Politisi kelahiran 12 Desember 1978 tersebut juga menyoroti pentingnya disiplin dalam pengelolaan keuangan daerah. Ia mengingatkan agar pemerintah tidak mengandalkan pembiayaan melalui utang, terutama untuk proyek fisik, karena dapat menimbulkan beban keuangan di masa mendatang. “Kalau kami dari DPR, kami minta jangan sampai itu ada hutang lagi,” ujarnya.
Bahcok menekankan bahwa seluruh anggaran yang telah dialokasikan untuk pembangunan fisik pada tahun 2025 harus terealisasi sepenuhnya. Dengan begitu, setiap proyek dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. “Harus bisa terakomodir semua untuk fisiknya di tahun 2025 ini,” tambahnya.
Ia berharap pemerintah Kutim terus memperkuat kapasitas penyerapan anggaran melalui perencanaan yang matang, pelaksanaan yang transparan, serta pengawasan yang ketat. Dengan pengelolaan yang baik, pembangunan di Kutai Timur diharapkan semakin berdampak pada peningkatan kesejahteraan warga dan kemajuan daerah. (ADV)








