SANGATTA – Penjabat sementara (Pjs) Bupati Kutai Timur (Kutim) Agus Hari Kesuma menghadiri Rapat Terbuka Senat Wisuda XII Tahun 2024 yang digelar Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nusantara (STIENUS) Sangatta di Ruang Akasia, Gedung Serba Guna (GSG) Bukit Pelangi. Acara berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Basuki Isnawan serta undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Agus menyampaikan apresiasi kepada seluruh civitas akademika STIENUS atas dedikasi mereka mendidik mahasiswa. Dia berharap institusi ini terus menghasilkan lulusan berkualitas yang siap bersaing di dunia kerja.
“Keberhasilan anak-anak kita hari ini tidak lepas dari doa, dukungan, dan pengorbanan orang tua. Saya minta kepada orang tua untuk terus memberikan dukungan positif agar anak-anak kita bisa melanjutkan langkah dengan pengabdian yang optimal,” pesan Agus.
Sosok yang akrab diapa AHK ini juga mengingatkan para wisudawan tantangan yang akan dihadapi di dunia kerja. Dia menekankan dunia kerja saat ini sangat dinamis sehingga menuntut kemampuan beradaptasi serta inovasi. Agus menegaskan pentingnya para lulusan untuk memiliki semangat belajar tinggi.
“Saudara telah menyelesaikan tugas berat di perguruan tinggi, tetapi tantangan yang lebih besar menanti di depan. Dunia terus berkembang, teknologi semakin maju, dan tantangan global semakin kompleks. Pendidikan yang saudara peroleh di STIE Nusantara adalah modal yang sangat berharga, tetapi jangan berhenti belajar,” ujarnya seraya berharap para lulusan dapat berkontribusi nyata bagi pembangunan Kutim dan Indonesia.
Sementara itu, Ketua STIENUS Amransyah mengungkapkan tahun ini, STIENUS memiliki 1.429 mahasiswa, terdiri dari Program Studi Manajemen dan Akuntansi.
“Sebanyak 129 mahasiswa diwisuda hari ini, termasuk 27 dari Program Studi Akuntansi dan 102 dari Program Studi Manajemen. Kami bangga memiliki 714 alumni yang kini tersebar di seluruh Nusantara,” ujarnya.
Acara ini sekaligus menjadi momen penghargaan bagi wisudawan terbaik. Nazua dan Deby Debianti dari Program Studi Akuntansi meraih IPK tertinggi 3,84, sedangkan Hasmi Idris dari Program Studi Manajemen berhasil mencapai IPK 3,90. Prestasi ini menunjukkan komitmen dan dedikasi mahasiswa dalam menjalani proses pendidikan.








