SANGATTA – Sebanyak 36 pelajar terpilih di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kini berada di fase akhir pembinaan sebelum menjalankan tugas sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) pada upacara HUT ke-81 Republik Indonesia. Mereka terdiri atas 18 putra dan 18 putri yang lolos seleksi dari sejumlah kecamatan di Kutim.
Para peserta tersebut menjalani pembentukan secara intensif sejak 30 Juli. Dalam prosesnya, tim pelatih memberikan materi baris-berbaris, formasi, sekaligus pembinaan kedisiplinan agar setiap anggota mampu menyesuaikan diri dengan pola tugas yang akan dijalankan. Latihan ini berlangsung dengan dukungan unsur TNI dan Polri, sementara proses seleksi sebelumnya dilakukan secara ketat untuk menentukan peserta terbaik dari berbagai wilayah Kutim yang telah memenuhi persyaratan.
Pelatih Paskibraka Kutim, Wahyu Winarko, menyebut perkembangan peserta sudah cukup baik. Materi utama dan seluruh formasi telah diberikan, sementara tahapan tersisa diarahkan pada penyempurnaan gerakan serta kesiapan mental.
“Untuk persentase, semua materi dan formasi sudah kita berikan, ini sudah tahap sekitar 80 persen,” ujarnya.
Pembinaan tersebut tidak hanya mengandalkan tim pelatih. Unsur Kodim, Lanal, dan Polres turut terlibat, termasuk enam personel kepolisian. Panitia daerah serta tim medis juga mendampingi kegiatan untuk mendukung kelancaran dan kondisi peserta selama latihan.
Di balik progres tersebut, waktu pembinaan menjadi tantangan tersendiri. Seluruh proses hanya berlangsung sekitar 14 hari. Namun, pengalaman tim pelatih membuat keterbatasan waktu tersebut diupayakan tidak mengurangi kualitas persiapan.
Kini latihan mandiri memasuki tahap akhir sebelum peserta mengikuti gladi. Pada tahapan itu, kemampuan formasi dan koordinasi akan kembali diuji sebagai persiapan menuju upacara di halaman Kantor Bupati Kutim. Pelatih berharap seluruh anggota tetap sehat dan mampu menjalankan tugas tanpa kendala. (ADV/ProkopimKutim/TP)








