Sangkulirang – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sangkulirang memegang peran penting sebagai tulang punggung layanan kesehatan di wilayah pesisir dan pedalaman Kutai Timur (Kutim).
Kehadiran RSUD di pesisir utara Kutai Timur ini menjembatani kebutuhan layanan kesehatan antara pusat kabupaten di Sangatta dan kecamatan-kecamatan yang secara geografis terpencil, dengan akses jalan panjang dan medan yang tidak selalu mudah ditempuh.
Di sejumlah desa, rumah sakit terdekat dapat berjarak berjam-jam perjalanan. Karena itu, penguatan layanan di RSUD Sangkulirang bukan semata peningkatan fasilitas, melainkan upaya memperluas jangkauan hak dasar kesehatan hingga ke warga di pedalaman Kutim.
Untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan tersebut, RSUD Sangkulirang meluncurkan layanan operasi katarak tanpa jahitan (phacoemulsification). Inovasi ini menjadi bagian dari Program Pelayanan Mata Paripurna yang kini mulai diterapkan.
Direktur RSUD Sangkulirang, dr Azizah bin Smith, menjelaskan bahwa teknologi phacoemulsifikasi memungkinkan operasi dilakukan tanpa jahitan dengan waktu tindakan lebih singkat dan pemulihan cepat.
“Pasien dapat langsung pulang dan masa penyembuhan rata-rata hanya satu pekan,” ujarnya. Pengadaan alat operasi ini menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kutim.
Kehadiran layanan ini penting karena selama bertahun-tahun, masyarakat pesisir menghadapi keterbatasan akses dokter spesialis mata. Banyak pasien harus menunggu kegiatan bakti sosial yang tidak terjadwal, atau bepergian ke Sangatta bahkan ke Samarinda, dengan biaya dan tenaga yang tidak ringan.
Penguatan layanan ini diikuti penambahan sumber daya manusia. Saat ini RSUD Sangkulirang diperkuat delapan dokter spesialis dari berbagai bidang, yakni spesialis bedah dan mata yang berstatus aparatur sipil negara, lima dokter kontrak di bidang penyakit dalam, anak, kandungan, anestesi, dan patologi klinik, serta seorang dokter radiologi paruh waktu. Dengan formasi ini, layanan spesialis dasar terpenuhi, ditambah keunggulan layanan mata sebagai salah satu fokus utama.
Peluncuran layanan disambut Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kutim dan tokoh masyarakat. Bupati Ardiansyah menegaskan bahwa pemerataan layanan kesehatan menjadi agenda prioritas daerah, termasuk bagi kecamatan yang jauh seperti Sandaran, Karangan, Kaliorang, dan Busang. Program dokter keliling juga terus dijalankan untuk menjangkau wilayah yang belum memiliki akses langsung ke rumah sakit.
Selain layanan mata, RSUD Sangkulirang kini dilengkapi teknologi USG empat dimensi dan ruang Central Sterile Supply Department (CSSD) untuk menjamin keamanan instrumen medis. Kehadiran layanan ini membuka harapan baru bagi para lansia penderita katarak yang sebelumnya terkendala biaya dan jarak. (ADV/ProkopimKutim/T)








