SANGATTA – Penguatan industri hospitality di Kutai Timur (Kutim) tidak hanya bergantung pada bertambahnya jumlah hotel maupun restoran. Kemampuan pelaku usaha membangun jejaring, membaca peluang pasar, dan menghadirkan layanan yang berdaya saing menjadi pekerjaan yang ikut menentukan arah sektor tersebut.
Posisi Kutim sebagai wilayah yang memiliki kekayaan alam, budaya, dan kuliner membuka ruang berkembangnya pasar jasa. Peluang investasi yang terus tumbuh juga dapat mendorong kebutuhan akomodasi, konsumsi, hingga berbagai layanan pendukung kegiatan bisnis.
Salah satu ruang yang dapat dikembangkan ialah sektor MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition). Kehadiran kegiatan pertemuan, konferensi, dan agenda bisnis dapat menciptakan permintaan baru bagi hotel, restoran, transportasi, serta pelaku usaha lokal.
Namun, peluang tersebut perlu diikuti kemampuan industri dalam menjaga kualitas pengalaman pengunjung. Kebersihan, keamanan, keramahan, serta profesionalitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan sekaligus citra daerah.
Dampak pertumbuhan hospitality juga tidak berhenti pada pelaku usaha utama. Kebutuhan bahan pangan, jasa transportasi, produk UMKM, dan layanan ekonomi kreatif membuat pergerakan bisnis hotel serta restoran dapat mengalir ke berbagai lapisan ekonomi masyarakat.
Gambaran mengenai arah sektor tersebut menjadi bagian dari pembahasan Musyawarah Cabang (Muscab) BPC Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kutim 2026 di Lounge Hotel Royal Victoria Sangatta. Forum itu menjadi ruang bagi pelaku industri untuk memperkuat organisasi dan merespons perubahan kebutuhan usaha.
Perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) turut memperbesar peluang tersebut melalui meningkatnya mobilitas orang dan aktivitas bisnis di Kalimantan Timur. Kutim berpeluang mengambil posisi sebagai salah satu daerah tujuan bisnis maupun wisata.
Untuk menjangkau pasar yang lebih luas, pemanfaatan teknologi digital juga perlu diperkuat, baik untuk promosi destinasi, pemasaran kuliner maupun reservasi. Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, melalui Kepala Dinas Pariwisata Mahriadi menilai hotel dan restoran turut membuka lapangan kerja serta menghidupkan UMKM lokal. (ADV/ProkopimKutim/TP)








