SANGATTA – Jelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 27 November 2024, Penjabat sementara (Pjs) Bupati Kutai Timur (Kutim) Agus Hari Kesuma, menggelar pertemuan daring melalui aplikasi Zoom dengan camat se-Kutim.
Pertemuan berlangsung di ruang rapat Dinas Komunikasi Informasi, Statistik dan Persandian (Diskominfo Staper), dengan fokus pada kesiapan infrastruktur komunikasi, terutama di wilayah yang berpotensi mengalami kendala sinyal atau blankspot. Dalam arahannya, Agus menekankan pentingnya kelancaran proses pemilihan, termasuk kecepatan dan validitas informasi yang disampaikan selama pesta demokrasi.
“Ada beberapa tugas utama yang harus kita persiapkan jelang hajatan nasional Pilkada serentak akhir November mendatang. Selain memastikan situasi yang kondusif, juga terkait dengan teknologi informasi (IT). Ini penting, mengingat kecepatan dan akurasi data yang harus disajikan oleh penyelenggara pemilu, termasuk pemerintah melalui Diskominfo Staper,” ujar Agus didampingi Kadis Kominfo Staper Kutim Ronny Bonar Hamonangan Siburian.
Dalam kesempatan itu, para camat melaporkan persiapan di lapangan selama ini berjalan baik, termasuk distribusi logistik ke daerah-daerah yang sulit dijangkau. Mereka mengatakan tidak ada kendala berarti. Meski demikian, Agus tetap mengingatkan semua pihak untuk waspada agar proses pemilu berjalan aman dan lancar.
“Para camat telah melaporkan, hingga saat ini tidak ada kendala berarti di lapangan terkait tahapan persiapan Pilkada serentak ini, terutama distribusi logistik ke daerah yang sulit terjangkau. Namun, saya ingatkan untuk tetap berjaga-jaga agar proses ini berjalan dengan aman dan lancar,” tambahnya di hadapan Sekretaris Diskominfo Perstik Rasyid, Camat Sangatta Utara Hasdiah, dan Camat Sangatta Selatan Abbas.
Agus juga memberikan apresiasi kepada Diskominfo Staper yang telah mempersiapkan perangkat komunikasi dengan baik sehingga semua wilayah di Kutim dapat memperoleh informasi secara cepat dan tepat. Agus yakin dengan kesiapan infrastruktur komunikasi yang baik, pelaksanaan pilkada di Kutim akan berjalan lancar tanpa hambatan berarti, terutama saat penghitungan suara yang sangat krusial.
Selain membahas berbagai persiapan, Agus juga mengimbau semua aparatur sipil negara (ASN) di Kutim menjaga netralitas dalam penyelenggaraan pilkada. Di era media sosial seperti sekarang, pelanggaran sekecil apapun bisa diketahui dan dilaporkan.
“Pada pertemuan ini, saya ingatkan kembali untuk para camat dan seluruh perangkat kecamatan menjaga netralitas ASN pada Pilkada serentak ini. Jangan sampai ada tuduhan-tuduhan atau miskomunikasi di masyarakat yang bisa mengganggu kelancaran proses demokrasi ini,” tegas Agus.








