SANGATTA – Peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Kutai Timur menjadi momentum pemerintah daerah memperkuat agenda kesehatan anak. Pada puncak peringatan yang digelar di Gedung Serbaguna Bukit Pelangi, Minggu, 26 Juli 2026, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman meluncurkan PENTAS (Pelayanan Terpadu dan Serentak) Kutim, program pelayanan terpadu yang diarahkan untuk mempercepat penanganan stunting.
Peluncuran PENTAS menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memastikan pemenuhan hak anak sekaligus memperkuat perlindungan terhadap kelompok rentan. Program ini dirancang dengan menggabungkan deteksi dini berbasis teknologi informasi, intervensi kesehatan, pemenuhan kebutuhan gizi, dan edukasi kepada keluarga.
Kepala Dinas Kesehatan Kutim dr. Yuwana mengatakan PENTAS merupakan langkah pemerintah untuk memastikan pemantauan kesehatan dan gizi menjangkau seluruh wilayah. Sasaran program tidak hanya balita, tetapi juga ibu hamil yang membutuhkan pengawasan sejak masa kehamilan.
Ardiansyah menilai persoalan stunting perlu ditangani secara terintegrasi dan melibatkan berbagai unsur. Melalui PENTAS, dia berharap dapat mempercepat penurunan prevalensi stunting hingga tingkat desa.
Ardiansyah juga menyoroti persoalan perkawinan anak yang dinilai masih menjadi ancaman bagi masa depan generasi muda. Pernikahan pada usia dini dapat menghambat pendidikan serta meningkatkan risiko persoalan kesehatan, ekonomi, dan psikologis anak.
Menurut Ardiansyah, anak harus memperoleh kesempatan untuk belajar, bermain, berkembang, dan meraih cita-cita sebelum memasuki kehidupan berkeluarga. Perlindungan terhadap anak karena itu tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga memastikan mereka tumbuh dalam lingkungan yang aman.
Peringatan Hari Anak Nasional 2026 yang mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” turut dihadiri Ketua LPAI Seto Mulyadi, Kepala KMK LAN RI Makassar H Muhammad Aswad, Ketua TP PKK sekaligus Bunda PAUD Kutim Siti Robiah, unsur Forkopimda, serta sejumlah kepala perangkat daerah.
Melalui PENTAS, Pemkab Kutim berharap penanganan stunting dapat dilakukan secara serentak dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat dalam memastikan setiap anak tumbuh sehat dan optimal. (ADV/ProkopimKutim/TP)








