SANGATTA – Perumdam Tirta Tuah Benua Kutai Timur (Kutim) terus menjaga kualitas air baku untuk memastikan proses pengolahan di IPA Kabo tetap berjalan. Pemantauan dilakukan secara berkala menyusul perubahan kondisi air di Sungai Sangatta yang menjadi sumber air baku.
Pengawasan dilakukan dengan mengambil sampel di sejumlah titik, terutama saat muka air sungai mengalami pasang. Salah satu parameter yang diperiksa adalah kadar klorida karena dapat menunjukkan masuknya air laut ke alur sungai. Batas maksimum klorida untuk air baku yang digunakan dalam pemantauan ditetapkan 300 ppm.
Hasil pemeriksaan selama Agustus memperlihatkan kualitas air tidak bergerak dengan pola yang sama di setiap lokasi. Di Jembatan Kampung Kajang, kadar klorida tercatat 0,2 ppm pada 16 Agustus pukul 09.00 WITA, kemudian naik menjadi 59,7 ppm pada 20 Agustus pukul 16.30 WITA.
Perubahan paling tinggi ditemukan pada 24 Agustus pukul 08.00 WITA. Kadar klorida di lokasi tersebut mencapai 315,6 ppm, atau telah melewati ambang 300 ppm. Kondisi itu menunjukkan adanya pengaruh intrusi air laut di bagian alur Sungai Sangatta.
Namun, hasil pengujian di kawasan yang berdekatan dengan sistem pengambilan air menunjukkan kondisi berbeda. Sampel dari Kawasan Porodisa, sekitar 3 kilometer di hilir Intake IPA Kabo, pada hari yang sama pukul 10.15 WITA hanya menunjukkan kadar klorida 2,5 ppm.
Direktur Utama Perumdam TTB Kutim Suparjan, mengatakan perbedaan tersebut dipengaruhi lokasi, waktu pengambilan sampel, dan kondisi pasang.
“Air baku yang masuk ke IPA Kabo masih aman dan laik untuk diproses menjadi air bersih,” Ujarnya.
Perumdam akan melanjutkan pengujian secara ketat untuk mengantisipasi pergerakan intrusi ke arah intake. (ADV/ProkopimKutim/TP)








