SANGATTA – Gerakan terhadap stunting di Desa Singa Gembara, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), diarahkan tidak sekadar memenuhi kebutuhan makanan anak, tetapi juga membangun kebiasaan keluarga dalam menjaga asupan gizi. Pendekatan tersebut dijalankan melalui Dapur Stunting yang menggabungkan pemberian makanan tambahan dengan edukasi kepada keluarga.
Lima kader terlibat dalam pengelolaan dapur, mulai menyiapkan bahan hingga mengantarkan makanan ke rumah penerima. Menu disusun berdasarkan arahan ahli gizi Puskesmas Teluk Lingga, dengan memanfaatkan bahan pangan lokal, termasuk hasil Tanaman Obat Keluarga (Toga) dan Dasawisma.
Pemerintah Desa Singa Gembara menempatkan keluarga sebagai bagian penting dalam intervensi. Edukasi diberikan agar pemberian makanan tambahan tidak berhenti sebagai bantuan, melainkan diikuti perubahan pola asuh dan pemahaman mengenai kebutuhan gizi anak.
“Kami tidak hanya memasak makanan tambahan, tetapi juga mengedukasi masyarakat agar terjadi perubahan pola asuh gizi di tingkat keluarga,” ujar Kepala Desa Singa Gembara Hamriani Kassa.
Pelaksanaan program dibangun melalui musyawarah dusun dan RT dengan melibatkan BPD, pengurus RT, serta tokoh masyarakat. Pemerintah desa kemudian menerbitkan SK Penunjukan Pengelola Dapur Stunting untuk memberikan dasar hukum sekaligus menjaga keberlanjutan.
Dari sisi dukungan, pembiayaan berasal dari APBDes 2025 dan 2026 bidang kesehatan serta pendidikan. Dana RT Rp250 juta per tahun turut dialokasikan, dengan minimal 1 persen untuk RT yang memiliki sasaran stunting. Program juga diperkuat CSR PT Pama Persada Nusantara dan PT United Tractors, terutama untuk PMT Posyandu.
Rangkaian intervensi tersebut diikuti penurunan prevalensi stunting dari 26,45 persen pada Juli menjadi 16,69 persen pada akhir Desember 2025. Jumlah anak stunting turun dari 35 anak pada September menjadi 16 anak pada Desember.
Kinerja itu menjadi bagian dari penilaian Desa Berkinerja Baik P3S 2026 tingkat Kaltim, dengan Singa Gembara mewakili Kutim. Desa tersebut menargetkan zero stunting pada 2027. (ADV/ProkopimKutim/TP)








