SANGKULIRANG – Desa Mandu Dalam mulai memantapkan diri sebagai desa dengan potensi strategis di wilayah Sangkulirang. Dalam acara panen raya yang dirangkai dengan peletakan batu pertama Ruang Terbuka Hijau, warga menyampaikan harapan kuat terhadap perbaikan infrastruktur yang dapat membuka potensi ekonomi desa.
Poniso Suryo Renggono, yang hadir mewakili Bupati Kutai Timur, mengatakan bahwa pembangunan RTH adalah langkah awal yang baik untuk menata ruang desa dan memperkuat kualitas hidup masyarakat.
“Panen raya ini menjadi simbol kerja keras dan kebersamaan masyarakat Mandu Dalam. Saya juga mengapresiasi dimulainya pembangunan RTH yang menunjukkan komitmen desa terhadap lingkungan dan ruang sosial yang sehat,” ujar Poniso.
Kepala Desa Mandu Dalam, Rahmat, menyampaikan aspirasi penting terkait akses jalan dari Desa Peridan menuju Mandu Dalam yang dianggap menjadi kunci pengembangan ekonomi.
“Jika infrastruktur diperbaiki, saya yakin potensi desa bisa dimaksimalkan dan ekonomi warga akan meningkat,” kata Rahmat.
Ia menyebut posisi Mandu Dalam sangat strategis karena menjadi jalur penghubung wilayah utara dari Berau menuju Sangatta. Panen raya dan pembangunan RTH menjadi sinyal bahwa desa siap berkembang lebih cepat jika didukung akses jalan yang memadai.
Plt Camat Sangkulirang, Cipto Buntoro, menegaskan bahwa program ruang hijau di Mandu Dalam sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan yang sedang dilaksanakan di Kutim.
“Ini bukan hanya soal mempercantik desa, tetapi bagaimana menghadirkan ruang hidup yang sehat dan fungsional bagi masyarakat,” ujar Cipto.
Dengan modal lokasi strategis dan langkah awal pembangunan yang tertata, Mandu Dalam memulai perjalanan baru untuk memperkuat daya saing desa dan memberi manfaat lebih besar bagi warganya.*(ADV/ProkopimKutim/T)








