SANGATTA – Pemanfaatan statistik dalam perencanaan pembangunan tidak hanya bergantung pada ketersediaan data, tetapi juga pada kemudahan masyarakat memahami dan mengaksesnya. Karena itu, BPS Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus mendorong penguatan layanan agar informasi statistik dapat digunakan secara lebih luas oleh pemerintah, akademisi, media, mahasiswa, maupun masyarakat.
Salah satu upaya yang dikembangkan ialah penyempurnaan website BPS yang memungkinkan pengguna melihat sekaligus membandingkan data antarwilayah. Informasi disajikan melalui tabel dan grafik, disertai penjelasan sederhana sehingga pengguna lebih mudah membaca dan menginterpretasikan indikator.
Platform tersebut memuat lebih dari 20 indikator strategis yang terbagi dalam lima bidang, yakni ekonomi, kependudukan dan ketenagakerjaan, sosial, pembangunan manusia, serta gender. Bagi pengguna yang membutuhkan pendampingan, BPS juga menyediakan konsultasi statistik melalui Pelayanan Statistik Terpadu (PST), WhatsApp, maupun pertemuan daring melalui Zoom.
Penguatan layanan tersebut turut menjadi perhatian dalam Diskusi Kelompok Terfokus (FGD) mengenai standar pelayanan publik dan literasi statistik yang digelar di Ruang Damar, Gedung Serba Guna (GSG) Bukit Pelangi. Forum ini melibatkan Perangkat Daerah, akademisi, dan wartawan untuk memberikan masukan mengenai kebutuhan pengguna serta mengevaluasi standar pelayanan agar tetap relevan.
Kepala BPS Kutim, Widiyantono, mengatakan peningkatan literasi indikator makro perlu berjalan seiring dengan keterbukaan akses data. Selain melalui tabel dinamis, masyarakat dapat memperoleh berbagai publikasi BPS dalam bentuk buku yang dapat diunduh secara mandiri untuk kebutuhan penelitian maupun perencanaan pembangunan. Seluruh data statistik BPS dapat diakses berbagai kalangan, termasuk instansi pemerintah dan mahasiswa, untuk penelitian dan perencanaan pembangunan daerah Kutim.
Menurutnya, masukan dari FGD akan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki fasilitas, kemudahan pelayanan, dan inovasi penyampaian informasi. BPS juga membuka ruang kritik serta saran agar layanan statistik semakin responsif dan data dapat dimanfaatkan secara optimal. (ADV/ProkopimKutim/TP)








