SANDARAN – Ancaman narkotika menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) di tengah upaya memperbaiki layanan dasar masyarakat Desa Marukangan, Kecamatan Sandaran. Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman meminta pemerintah desa, aparat, dan perusahaan di sekitar wilayah tersebut memperkuat pengawasan terhadap potensi penyalahgunaan narkoba.
Pernyataan itu disampaikan Ardiansyah saat menghadiri ritual adat Belian Kutai Pantun Erau Embuang Panas Pelas di Desa Marukangan, Kamis, 6 Agustus 2026. Ia mengungkapkan kondisi lembaga pemasyarakatan di Bontang yang mengalami kelebihan penghuni hingga hampir 2.000 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 60 persen disebut berasal dari Kutim dan sebagian besar terkait perkara narkotika.
Kondisi tersebut, menurut Ardiansyah, menunjukkan bahwa pemberantasan narkoba membutuhkan keterlibatan hingga tingkat desa dan lingkungan kerja. Ia meminta perusahaan perkebunan melakukan pemantauan rutin terhadap pekerja, mulai dari manajemen hingga tenaga lapangan. Tes urine secara mendadak di tingkat desa juga dinilai dapat menjadi langkah pencegahan.
Ardiansyah menegaskan bahwa narkotika bukan hanya persoalan kesehatan individu. Penyalahgunaan zat terlarang dapat memengaruhi kondisi psikologis, merusak hubungan keluarga, serta mengganggu ketertiban sosial.
Di tengah persoalan tersebut, pemerintah juga membawa kabar mengenai peningkatan layanan dasar. Sebanyak 32 titik infrastruktur listrik di Marukangan ditargetkan segera beroperasi setelah persoalan administrasi wilayah usaha diselesaikan. Dukungan daya tambahan dari PT BMA dan koordinasi dengan PLN menjadi bagian dari percepatan tersebut.
Untuk air bersih, Pemkab Kutim mengarahkan PDAM menyiapkan skema penyaluran ke rumah warga dengan memanfaatkan embung yang tersedia. Pemerintah juga meminta masyarakat mendukung pemeliharaan jaringan listrik, termasuk ketika PLN melakukan pemangkasan pohon di sekitar kabel.
Bagi pemerintah daerah, pembangunan fisik dan ketahanan sosial harus berjalan bersamaan. Marukangan tidak hanya membutuhkan listrik dan air bersih, tetapi juga lingkungan yang aman dari narkoba agar kualitas hidup masyarakat dapat meningkat. (ADV/ProkopimKutim/TP)








