SANGATTA – Upaya menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) diperluas melalui kerja sama antara lembaga pendidikan dengan perusahaan swasta. PT Kaltim Prima Coal (KPC) menggandeng SMAN 2 Sangatta Utara untuk menghadirkan Green Olympic Goes To School, sebuah program yang menggabungkan edukasi lingkungan dengan pengenalan prinsip pertambangan berkelanjutan.
General Manager HSES KPC Handi Suhadi mengatakan kemitraan dengan sekolah penting karena pembentukan kesadaran lingkungan membutuhkan proses yang panjang dan dimulai sejak generasi muda. Ia berharap para siswa dapat memahami bahwa perlindungan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya kewajiban perusahaan.
Sebagai bagian dari dukungan terhadap gerakan penghijauan, KPC menyerahkan 25 bibit tanaman endemik lokal kepada sekolah. Jenis tanaman yang diberikan antara lain ulin, meranti merah, kapur, gaharu, kayu putih, dan nyamplung. Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada Paeran dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Kaltim dan Kepala SMAN 2 Sangatta Utara Hasrul.
Paeran menilai keterlibatan perusahaan dalam pendidikan lingkungan dapat memperkuat pembentukan karakter siswa. Ia mendorong sekolah lain di Kutim melakukan langkah serupa melalui kegiatan penanaman pohon, pengelolaan lingkungan sekolah, dan pengembangan budaya penghijauan.
Program Green Olympic kali ini melibatkan ratusan siswa dari 18 SMA dan SMK di Sangatta Utara serta Sangatta Selatan. Sebelumnya, KPC juga menggelar kegiatan serupa di tingkat sekolah dasar melalui SDN 010 Sangatta Utara pada Kamis, 16 Juli 2026.
Peserta memperoleh materi yang disampaikan Fahmi Syaifudin mengenai siklus pertambangan, mulai dari eksplorasi dan mitigasi hingga pengelolaan top soil, penambangan, reklamasi, serta revegetasi lahan pascatambang. Kepala SMAN 2 Sangatta Utara Hasrul menyebut materi tersebut selaras dengan upaya sekolah memperkuat program Sekolah Adiwiyata.
KPC juga menjelaskan berbagai program pengelolaan lingkungan yang dijalankan perusahaan, termasuk efisiensi energi dan pengurangan emisi. Melalui kerja sama semacam ini, pendidikan lingkungan diharapkan menjadi bagian dari keseharian siswa sekaligus memperkuat budaya menjaga lingkungan di Kutai Timur. (ADV/ProkopimKutim/TP)








