JAKARTA – Suasana hangat terjalin ketika perwakilan Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) duduk bersama untuk mewujudkan masa depan pendidikan dan pemberdayaan umat. Lahirlah sebuah kesepakatan: kolaborasi pengembangan sumber daya manusia berbasis nilai-nilai Qur’ani, yang resmi dituangkan dalam bentuk nota kesepahaman.
Kerja sama ini tumbuh dari kunjungan IIQ ke Kutim beberapa waktu lalu. Kunjungan yang membuka mata kedua pihak mengenai peluang besar untuk menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat, terutama di bidang literasi Qur’ani dan pengelolaan zakat.
Rektor IIQ Jakarta, Nadjmatul Faizah, tampil dengan senyum hangat saat memperkenalkan lembaga yang dipimpinnya. IIQ, yang telah berdiri 45 tahun, ia gambarkan sebagai “pesantren usia kampus”, sebuah ruang belajar yang menggabungkan tradisi keilmuan Qur’ani dengan pendekatan akademik modern, khusus bagi perempuan.
Di IIQ, para mahasiswa mempelajari Ulumul Qur’an, Tahfiz, hukum syariah, manajemen zakat dan wakaf, komunikasi keislaman, hingga pendidikan anak usia dini. Nadjmatul juga menjelaskan IIQ telah membuka kembali program pascasarjana sejak 1998 dan program doktoral pada 2016. “Agenda terdekat kami adalah wisuda tahfiz pada 12 September 2025,” ujarnya
Di sisi lain, Ketua BAZNAS Kutim, Masnip Sofwan, menyampaikan kesan mendalam setelah mengenal lebih dekat dunia akademik IIQ. Melihat fasilitas, program studi, hingga atmosfer kampus, ia merasa kolaborasi ini dapat membuka ruang baru bagi peningkatan kapasitas amil zakat di daerahnya. “Kami sangat tertarik,” katanya.
Dukungan datang dari Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, yang hadir dan memberikan semangat tambahan. Ia bangga karena BAZNAS Kutim baru saja meraih penghargaan sebagai pengumpul zakat terbanyak—sebuah capaian yang sebagian besar didorong oleh kontribusi para ASN. Namun, ia tetap memberikan tantangan: BAZNAS harus memperluas jangkauan ke perusahaan-perusahaan.
Ardiansyah juga mengenang bagaimana pelatihan MTQ yang melibatkan tenaga profesional memberi dampak besar bagi peserta dari Kutim. Karena itu, ia percaya kerja sama dengan IIQ akan menghadirkan peluang baru bagi anak-anak daerah. “Mudah-mudahan dari sini terbuka kesempatan lebih luas,” harapnya. (ADV/ProkopimKutim/T)








