
Kutai Timur – Memasuki usia ke-26 tahun, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) diharapkan semakin tangguh dan fokus mempercepat pembangunan hingga ke pelosok desa. Wakil Bupati Kutim, H. Mahyunadi, S.E., M.Si., menegaskan bahwa momen hari jadi kali ini harus menjadi titik balik bagi seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah untuk bekerja lebih serius demi kemajuan daerah.
Lewat seperempat abad adalah momentum untuk memperkuat pondasi dan mempercepat langkah, terutama dalam pemerataan pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas SDM, serta penguatan ekonomi lokal berbasis potensi unggulan di tiap kecamatan.
“Kalau kita ibaratkan seperti manusia dengan usia 75 tahun, maka usia 25 tahun pertama adalah masa bersenang-senang. Kini, di usia 26 tahun, Kutai Timur sudah memasuki fase bekerja keras dan berkontribusi nyata,” ujar Mahyunadi usai menghadiri peringatan HUT Kutai Timur ke-26 di Gedung DPRD Kutim.
Menurut Mahyunadi, fase kedewasaan daerah ini harus diiringi dengan semangat baru dalam mewujudkan pembangunan yang merata. Ia menegaskan, Pemkab Kutim berkomitmen mendorong pemerataan pembangunan, tidak hanya di wilayah perkotaan, tetapi juga di desa-desa terpencil.
“Ini waktunya kita bekerja sungguh-sungguh. Pemerintah bersama masyarakat harus menyalakan semangat baru agar Kutim menjadi daerah yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing,” tegasnya.
Ia menambahkan, semangat HUT ke-26 ini sejalan dengan visi pembangunan daerah untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan memperkuat infrastruktur hingga ke tingkat pedesaan.
“Saya yakin, dengan semangat ini pembangunan ekonomi dan infrastruktur akan menjangkau seluruh pelosok Kutai Timur,” pungkas Mahyunadi dengan optimistis. (ADV)








