SANGATTA – Peran orang tua dan guru menjadi sorotan dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang digelar Gabungan Taman Kanak-kanak Indonesia (GTKI) Kecamatan Sangatta Utara. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menilai keberhasilan membangun generasi masa depan tidak hanya bergantung pada pendidikan formal, tetapi juga lingkungan yang bebas dari kekerasan.
Kegiatan bertema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” itu dihadiri Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman bersama Bunda PAUD Kutim Siti Robiah Ardiansyah, Kepala Disdikbud Mulyono, Camat Sangatta Utara Hasdiah, unsur Forkopimcam, PT KPC, tenaga pendidik, dan ratusan wali murid.
Dalam sambutannya, Ardiansyah menegaskan bahwa anak-anak merupakan aset strategis bagi pembangunan daerah. Karena itu, seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab untuk memastikan mereka memperoleh perlindungan, pendidikan, serta kasih sayang yang memadai.
Ia secara khusus mengingatkan agar orang tua maupun guru tidak melakukan kekerasan verbal terhadap anak. Menurutnya, ucapan yang keras dapat memengaruhi kondisi psikologis sekaligus perkembangan karakter anak.
“Anak-anak harus tumbuh dalam lingkungan yang nyaman agar mampu berkembang secara optimal, baik secara mental maupun intelektual,” katanya.
Sementara itu, Siti Robiah mengajak seluruh pihak memperkuat sinergi dalam memenuhi hak-hak anak. Ia berharap peringatan HAN tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi pengingat untuk terus menghadirkan ruang tumbuh yang aman.
Hasdiah menambahkan, momentum HAN setiap 23 Juli menjadi kesempatan memperkuat kesadaran kolektif bahwa investasi terbaik bagi masa depan Kutai Timur adalah melalui perlindungan dan pendidikan anak sejak usia dini.
Rangkaian kegiatan berlangsung meriah melalui senam bersama, gerakan minum susu, serta makan olahan ikan bergizi yang disambut antusias anak-anak. (ADV/ProkopimKutim/TP)








