
SANGATTA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur (Kutim) mendorong pemerintah daerah untuk terus memperluas pemerataan akses pendidikan, khususnya bagi anak usia dini. Langkah ini sejalan dengan komitmen peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak tahap paling dasar.
Anggota DPRD Kutim, H. Shabaruddin, mengatakan bahwa berbagai program bantuan telah digulirkan pemerintah daerah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tak hanya di sektor strategis, tetapi juga mencakup kebutuhan dasar, termasuk perlengkapan bagi anak-anak sekolah.
“Tahun ini bantuan akan diperluas cakupannya. Pemerintah melalui APBD 2025 akan mengalokasikan bantuan perlengkapan sekolah lengkap bagi anak-anak TK,” ujar Shabaruddin di Gedung DPRD Kutim.
Politisi kelahiran 10 Januari 1964 ini menjelaskan, bantuan tersebut mencakup kebutuhan penting seperti seragam, tas, hingga sepatu bagi anak-anak taman kanak-kanak. Menurutnya, langkah ini tidak hanya membantu meringankan beban keluarga, tetapi juga menjadi upaya nyata untuk mendorong semangat belajar anak sejak usia dini.
“Kalau sejak kecil sudah mendapat dukungan yang baik, maka anak-anak akan lebih termotivasi untuk belajar dan bersekolah,” tambahnya.
Kebijakan ini juga sejalan dengan arahan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Program Revitalisasi Sekolah 2025, yang menekankan pentingnya fasilitas pendidikan yang layak dan merata. Program tersebut mencakup pembangunan ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, ruang guru, hingga unit kesehatan sekolah.
Dengan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, DPRD Kutim berharap pemerataan akses pendidikan sejak usia dini dapat benar-benar terwujud, sehingga generasi muda Kutim tumbuh cerdas, sehat, dan berdaya saing tinggi. (ADV)








