SANGATTA – Pendidikan hukum bagi generasi muda memasuki babak baru di Kutai Timur setelah Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) berkolaborasi dengan Kejaksaan Negeri Kutim menggelar Future Leader Conference sekaligus membentuk Forum OSIS se-Kutim. Program ini dirancang sebagai gerakan pelajar sadar hukum untuk menghadapi meningkatnya tantangan sosial di era digital.
Kepala Kejaksaan Negeri Kutim, Reopan Saragih, yang membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa pendidikan hukum bukan tambahan, tetapi kebutuhan mendesak untuk menghindarkan remaja dari risiko perilaku menyimpang.
“Tanpa kesadaran hukum, pelanggaran hingga kejahatan akan mudah terjadi. Karena itu, penting bagi generasi muda untuk memiliki dasar berpikir, bersikap, dan bertindak berdasarkan hukum,” tegasnya.
Kegiatan dua hari di Hotel Victoria Sangatta itu menghadirkan narasumber lintas bidang, mulai dari motivator nasional Abdul Muhammad Rachim, trainer public speaking Efan Alfarizki, Pemuda Pelopor Kaltim Yusi Nudya Rohman, hingga aktivis mahasiswa Rita Putri Abi. Mereka memberikan materi yang merangkum kepemimpinan, komunikasi publik, motivasi, etika, dan kesadaran hukum.
Puncak kegiatan adalah pembentukan Forum OSIS SMA se-Kutim yang dipimpin langsung oleh Kepala Dispora Kutim, Basuki Isnawan.
“Forum ini adalah langkah maju agar para siswa bisa aktif, kritis, dan bertanggung jawab. Kegiatan ini bukan hanya menanamkan pemahaman hukum, tapi juga membentuk karakter kepemimpinan,” ujar Basuki.
Basuki meyakini bahwa forum ini akan menjadi wadah bagi siswa untuk membangun jaringan, bertukar gagasan, dan melatih kemampuan memimpin dalam konteks sosial.
Reopan menutup sesi konferensi dengan pesan penting untuk seluruh peserta agar menjadikan pengetahuan yang mereka peroleh sebagai modal sosial.
“Kejaksaan siap menjadi bagian dari gerakan nasional membangun generasi muda yang tidak hanya memahami hukum, tapi juga mampu menegakkannya,” tandasnya.
Kolaborasi Dispora dan Kejari Kutim ini menjadi contoh bahwa pendidikan hukum dapat dirancang menarik, tidak menggurui, dan menyentuh langsung kebutuhan pelajar. Dari forum ini, harapan besar dititipkan: hadirnya generasi muda yang disiplin, berkarakter, dan berani mengawal keadilan sejak bangku sekolah.* (ADV/ProkopimKutim/T)








