
SANGATTA – Ancaman longsor dan banjir yang terus menghantui Jalur Wahau membuat Komisi C DPRD Kutai Timur (Kutim) bergerak cepat. Melalui langkah koordinasi intensif dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan, dewan mendorong agar penanganan di lapangan segera dilakukan sebelum dampaknya semakin meluas.
Anggota Komisi C DPRD Kutim, Bahcok Riandi, menjelaskan, pihaknya telah melakukan konsultasi langsung dengan BWS untuk memperjelas kewenangan serta mempercepat tindak lanjut terhadap titik-titik rawan di wilayah Dapil 4.
“Teman-teman dari Komisi C sudah konsultasi ke Balai Wilayah Sungai Kalimantan di dapil 4. Untuk jalur Wahau itu masuk kewenangan mereka, terutama terkait longsor dan banjir,” ungkap Bahcok.
Dalam pertemuan tersebut, politisi kelahiran 12 Desember 1978 ini juga menekankan pentingnya BWS segera turun ke lapangan guna melakukan asesmen dan penyusunan desain teknis. Ia menilai langkah cepat ini sangat krusial untuk mencegah kerusakan lebih besar terhadap infrastruktur maupun permukiman warga.
“Dan hal itu sempat juga saya bahas di sana, supaya dalam waktu dekat mereka naik ke lokasi dan membuat desain perencanaannya terkait bencana banjir dan longsor di dapil 4,” tambahnya.
Politisi Partai Demokrat ini berharap hasil koordinasi ini dapat segera ditindaklanjuti dengan program konkret di lapangan. Dengan adanya rencana teknis yang matang dari BWS, penanganan bencana di Jalur Wahau diharapkan lebih terpadu, terukur, dan berkelanjutan, sehingga masyarakat tak lagi waswas menghadapi ancaman bencana setiap musim hujan. (ADV)








