TELEN – Ribuan warga Dayak Kayan memadati Lapangan Sepak Bola Dusun Lingai Jalung, Desa Lung Melah, Kecamatan Telen, Selasa (21/7/2026), dalam pembukaan Rapat Kerja Perkumpulan Persatuan Dayak Kayan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (PDK3). Selain memperkuat organisasi, forum ini juga diwarnai penyampaian agenda pembangunan pedalaman.
Sebanyak 1.050 peserta dari 24 desa di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara hadir mengenakan busana adat. Suasana semakin semarak saat Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi ikut berbaur menari bersama peserta dan panitia.
Dalam sambutannya, Mahyunadi mengatakan pembangunan daerah membutuhkan dukungan semua pihak. Menurutnya, pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha harus berjalan seiring agar pembangunan berlangsung merata.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga keberagaman yang dimiliki Kutai Timur. Perbedaan suku dan budaya, kata dia, bukan penghalang, melainkan kekuatan untuk mempererat persatuan.
Di hadapan peserta, Mahyunadi memaparkan progres pemerataan listrik. Hampir seluruh desa di Kutim kini telah menikmati pasokan PLN, sementara tiga desa yang masih terkendala kondisi geografis ditargetkan menyusul pada 2027.
Tak hanya itu, pembangunan jembatan penyeberangan dan akses jalan menuju Simpang Wahar dijadwalkan mulai bulan depan. Infrastruktur tersebut diharapkan mempercepat mobilitas masyarakat pedalaman sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.
Mahyunadi juga mengapresiasi keterlibatan generasi muda dalam menampilkan seni tari Dayak Kayan. Ia berharap budaya, bahasa, dan adat istiadat tetap diwariskan kepada generasi berikutnya, sementara hasil Raker mampu melahirkan program yang berdampak nyata bagi masyarakat Dayak Kayan. (ADV/ProkopimKutim/TP)








