SANGATTA – Dengan misi besar memperkuat kemandirian daerah Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Pemerintah membawakan tema: “Optimalisasi Portal Satu Data dalam Mendukung Kutim Tangguh, Mandiri, dan Berdaya Saing”, dalam penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Operator Portal Satu Data yang digelar di D’Lounge Hotel Royal Victoria belum lama ini.
Pada pertemuan tersebut, Hasanudin, Kabid Statistik Diskominfostaper Kutim, memaparkan gambaran mengenai hasil kinerja mesin pengolah data sepanjang tahun 2025. Ia menyatakan telah tercatat sebanyak 3.545 indikator telah berhasil terkumpul.
Angka tersebut menunjukkan produktivitas yang cukup baik dengan tingkat partisipasi yang mencapai 77,01 persen dari total 4.603 daftar data.
Namun Hasanudin tetap mengingatkan bahwa kinerja belumlah selesai sebab pemerintah telah menetapkan target sebanyak 3.870 indikator.
Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfostaper) Kutim, Ronny Bonar Hamonangan Siburian, membacakan sambutan dan evaluasi dari Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman.
“Data kita belum sempurna, masih ada yang tidak sinkron. Ini adalah tantangan yang harus kita jawab dengan kolaborasi. Tanpa sinkronisasi antar-PD, mustahil masyarakat bisa mendapatkan informasi yang berkualitas,” kata Bupati yang disampaikan Ronny.
Beberapa poin yang disampaikan Ardiansyah mencakup pentingnya data E-Kinerja (E-Kin), pentingnya standar profesionalisme kerja, dan tantangan utama bagi para operator yang hadir.
Tantangan utama yang ada menurut Ardiansyah adalah terdapatnya lubang informasi sebanyak 1.080 data yang belum terinput ke sistem.
Secara keseluruhan, pertemuan ini menegaskan bahwa setiap angka yang diinput adalah suatu tanggung jawab untuk memastikan bahwa data-data yang akan terkumpul kedepannya adalah data faktual. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan data statistik sektoral bukanlah sekedar urusan administratif belaka, tapi merupakan suatu komitmen untuk mendorong Kutim menjadi tangguh dan mandiri. (ADV/ProkopimKutim/TP)








