SANGATTA – Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi menekankan mengenai pentingnya pembangunan infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM) di usia Kutai Timur yang ke-26 tahun. Sebab, keduanya menjadi tulang punggung utama dalam mempercepat pemerataan ekonomi di seluruh wilayah Kutim, dari pesisir hingga pedalaman.
“Salah satu faktor yang paling bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi itu adalah kesiapan infrastruktur dari daerah-daerah sampai ke desa-desa. Kita berharap pertumbuhan ekonomi tidak hanya di kota, tapi juga mengalir sampai ke desa-desa,” kata dia beberapa waktu lalu.
Selain pembangunan fisik, Mahyunadi juga menyoroti perlunya penguatan SDM sebagai fondasi kemandirian daerah. Menurutnya, Kutim memiliki banyak potensi tenaga muda dan mahasiswa yang perlu dibekali keterampilan dan integritas untuk menjawab tantangan masa depan.
“Ini PR besar kita. Kalau ingin Kutai Timur benar-benar mandiri, SDM harus kita maksimalkan. (Mulai) dari keterampilan, etos kerja, sampai integritas,” ungkapnya.
Menurut Mahyunadi, usia 26 tahun bukan lagi masa euforia, melainkan fase untuk bekerja keras dan menata masa depan. Ia mengibaratkan perjalanan Kutim seperti perjalanan hidup manusia yang memiliki tiga fase. Masa belajar, masa bekerja dan berumah tangga, serta masa menikmati hasil jerih payah.
Bagi Mahyunadi, 26 tahun perjalanan bukan lagi waktu untuk berpuas diri. Kutim, telah melewati masa pembelajaran dan kini harus menapaki fase baru dengan arah pembangunan yang lebih matang dan terukur.
“Artinya Kutim sudah melewati masa bersenang-senang, melewati masa bermanja-manja. Sekarang waktunya serius membangun, seperti orang berumah tangga yang ingin menata masa depan dan melahirkan sesuatu yang bermanfaat,” lanjutnya.
Refleksi itu sejalan dengan tema besar HUT Kutim tahun ini, “Kutai Timur Mandiri, Tangguh, dan Berdaya Saing.” Menurut Mahyunadi, tema tersebut bukan sekadar slogan, tetapi komitmen nyata yang harus diwujudkan bersama. (ADV/ProkopimKutim/T)








