KALIORANG – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman menghadiri Dialog Kebangsaan di salah satu kafe sederhana di Kecamatan Kaliorang. Dialog yang diinisiasi oleh Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kutim ini menggagas tema dialog “Merawat Kebhinekaan, Memperkuat Persatuan untuk Kutim”.
Pada pertemuan tersebut, Bupati Kutim Ardiansyah mengungkapkan kekuatan kebersamaan menjadi kunci kedamaian. Hal ini direalisasikan dengan kegiatan dialog kebangsaan yang menjadi wadah perjumpaan lintas suku, agama, dan budaya. Sebuah aktivitas yang memberi refleksi nyata tentang pentingnya menjaga harmoni di tengah keberagaman.
Bupati Kutim Ardiansyah menekankan bahwa perbedaan bukanlah sumber perpecahan, melainkan kekuatan yang harus dirawat bersama. “Dari perbedaan itu kita bisa merajut kekuatan bersama untuk membangun Kutim yang maju dan harmonis,” ujarnya dalam sambutan acara.
Dalam situasi yang tidak stabil ini, bukan saja terjadi di Indonesia, melainkan menjadi fenomena global. Bupati Kutim Ardiansyah optimis bahwa bangsa Indonesia tetap bisa menjadi contoh indahnya menjaga keberagaman tanpa kehilangan jati diri. “Indonesia menjadi teladan karena mampu berdialog dengan berbagai pihak tanpa kehilangan jati diri bangsa,” jelasnya.
Ketua Panitia Albert Andris Njuk menyampaikan, Kaliorang menjadi pilihan tempat dilaksanakannya kegiatan. Agar meluruskan kesalahaman antarsuku yang sebelumnya sempat muncul di wilayah tersebut.
“Kalau sampai terjadi konflik, biayanya sangat mahal. Karena itu, kami sengaja adakan kegiatan ini agar kita bisa duduk bersama, saling mengenal, dan mempererat persaudaraan,” tuturnya.
Albert menekankan, forum ini bukan sekadar seremonial, melainkan ruang nyata untuk mempererat hubungan sosial. Datang bukan hanya sekadar hadir, tapi untuk menemukan semangat kebersamaan. “Kutim ini milik kita bersama,” ucapnya.
Hadir pula dalam forum tersebut perwakilan Badan Kesbangpol Kutim Hapiah, Camat Kaliorang Rusnomo, Camat Kaubun Saprani, Ketua FPK Kutim H Abdul Kader, unsur Forkopimcam, Kepala Desa dari dua kecamatan, perwakilan perusahaan, serta berbagai paguyuban yang mewakili keberagaman etnis di Kaliorang dan Kaubun. (ADV/ProkopimKutim/T)








